← Beranda
Iran Balas Serangan Israel ke Lebanon, Target Militer di Utara Palestina jadi Sasaran
Rian AlfiantoSenin, 8 Juni 2026 | 19.03 WIB
Iran lancarkan serangan ke Israel pada Minggu (7/6) waktu setempat. (Al-Jazeera)

 

JawaPos.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyatakan, bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer di wilayah utara Palestina yang diduduki pada Minggu (7/6) malam waktu setempat.

Teheran menyebut operasi tersebut merupakan respons atas pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata 8 April 2026 serta berlanjutnya aksi militer Israel terhadap Lebanon dan Iran.

Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa serangan dilakukan sebagai bagian dari hak membela diri yang diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Iran, serangan tersebut dipicu oleh serangkaian tindakan yang mereka sebut sebagai agresi berkelanjutan Israel terhadap Lebanon dan Republik Islam Iran.

Teheran juga menuding Amerika Serikat terlibat dalam operasi militer yang menargetkan kapal-kapal dan berbagai sasaran Iran di wilayah selatan negara itu selama dua pekan terakhir.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan bahwa menyusul pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata tanggal 08 April 2026 serta berlanjutnya tindakan agresi rezim Zionis terhadap Lebanon dan Republik Islam Iran, termasuk melalui kerja sama dengan militer teroris Amerika Serikat dalam serangan selama dua pekan terakhir terhadap kapal-kapal dan berbagai sasaran Iran di wilayah selatan negara kami, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran pada Minggu malam, 07 Juni 2026, telah menyerang sejumlah sasaran militer di wilayah utara Palestina yang diduduki," demikian isi pernyataan Kedutaan Besar Iran.

Iran Sebut Serangan sebagai Balasan atas Eskalasi Konflik

Pemerintah Iran menegaskan bahwa operasi militer tersebut merupakan respons langsung terhadap meningkatnya ketegangan yang terjadi setelah berbagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 8 April 2026.

Dalam pandangan Teheran, gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan yang lebih luas. Karena itu, setiap pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut dinilai sebagai ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa negara itu akan terus mempertahankan keamanan dan kepentingan nasionalnya apabila menghadapi ancaman serupa di masa mendatang.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, sembari menegaskan tekad kuat bangsa Iran untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan nasionalnya secara tegas di mana pun diperlukan, mengingatkan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata tanggal 08 April 2026," tulis pernyataan tersebut.

Iran juga mengeluarkan peringatan bahwa setiap tindakan militer atau provokasi baru terhadap Lebanon maupun Iran akan dibalas dengan respons yang lebih besar.

Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran siap memberikan respons yang disebut 'tegas, menyeluruh, dan menghancurkan' apabila terjadi serangan lanjutan dari Israel.

Baca Juga: Iran Hujani Israel dengan Rudal, Timur Tengah kembali di Ambang Eskalasi

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan bahwa setiap tindakan provokatif dan petualangan agresif yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Lebanon maupun Republik Islam Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas, menyeluruh, dan menghancurkan dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," demikian penegasan Iran.

Pernyataan tersebut menandai meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel di tengah rapuhnya situasi keamanan kawasan, terutama setelah serangkaian insiden yang melibatkan Lebanon, Iran, dan berbagai aktor regional dalam beberapa pekan terakhir.

 

EDITOR: Kuswandi