JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya mencegah eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan Israel ke wilayah selatan Beirut, Lebanon.
Trump mengaku akan langsung menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mendesaknya agar tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran.
Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa aksi saling serang dapat menggagalkan peluang tercapainya kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Bantah Dana Macet, BGN Pastikan Top Up Saldo Seluruh SPPG se-Indonesia Telah Rampung Minggu Kemarin
"Saya akan menelepon Bibi (Benjamin Netanyahu) sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas. Masing-masing sudah melakukan aksinya. Israel telah melancarkan serangan, dan Iran juga telah melancarkan serangan. Kita tidak membutuhkan serangan lainnya," kata Trump kepada Axios.
Pernyataan itu muncul setelah Iran menembakkan beberapa gelombang rudal ke Israel pada Minggu sebagai respons atas serangan Israel yang menyasar kawasan pinggiran selatan Beirut. Serangan tersebut menjadi serangan langsung pertama Iran terhadap Israel sejak gencatan senjata yang disepakati pada 8 April lalu.
Iran Balas Serangan Israel ke Beirut
Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn 8 Juni 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
Ketegangan terbaru bermula ketika Israel melancarkan serangan ke wilayah selatan Beirut yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Hizbullah. Tak lama berselang, Iran merespons dengan menembakkan rudal ke arah Israel.
Militer Israel mengklaim seluruh rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan korban maupun kerusakan besar.
Meski demikian, insiden tersebut kembali mengguncang stabilitas kawasan yang sebelumnya relatif tenang sejak gencatan senjata diberlakukan.
Trump menilai serangan Iran tidak menimbulkan dampak signifikan dan karena itu tidak perlu dibalas dengan aksi militer baru.
"Serangan Iran tidak melukai siapa pun," ujar Trump.
Ia menambahkan, "Semoga Israel tidak melakukan serangan balasan. Jika Bibi menyerang mereka kembali, maka ini hanya akan terus berlanjut seperti yang terjadi selama 47 tahun terakhir, atau bahkan 3.000 tahun terakhir."
Trump Khawatir Kesepakatan dengan Iran Gagal
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius 8 Juni 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
Di balik upaya meredam konflik, Trump juga memiliki kepentingan diplomatik yang lebih besar. Pemerintah AS saat ini disebut berada di tahap akhir perundingan untuk mencapai kesepakatan baru dengan Iran.
Menurut Trump, meningkatnya ketegangan militer berpotensi menghancurkan peluang tercapainya kesepakatan tersebut.
"Kami sangat dekat dengan kesepakatan final dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang baik. Saya tidak ingin semuanya gagal karena apa yang sedang terjadi sekarang," katanya.
Sikap Trump yang secara terbuka meminta Israel menahan diri dinilai tidak biasa. Selama ini Washington umumnya mendukung hak Israel untuk merespons setiap ancaman keamanan yang diterimanya.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan terbaru tersebut.
Baca Juga: Menebak Kiper Utama Persija Jakarta di Musim Depan usai Ditinggal Carlos Eduardo
"Kami tidak terlibat dalam hal ini," kata pejabat tersebut.
Namun hingga kini belum jelas apakah Trump juga akan memerintahkan militer AS untuk tidak membantu Israel apabila negara itu memutuskan menyerang Iran, termasuk dalam bentuk pengisian bahan bakar udara maupun koordinasi militer lainnya.