← Beranda
Greg Abel Gas Pol Dana Berkshire: Miliaran Dolar Digelontorkan ke AI Google dan Properti AS dalam Dua Hari
Mellyna Putri Diniar• Rabu, 3 Juni 2026 | 06.34 WIB
Greg Abel, CEO Berkshire Hathaway / Foto: Reuters

JawaPos.com — Pergeseran besar mulai terlihat di tubuh Berkshire Hathaway setelah tongkat kepemimpinan berpindah dari Warren Buffett kepada Greg Abel.

Dalam dua hari, konglomerasi investasi terbesar di Amerika Serikat (AS) itu mengalokasikan dana sebesar USD 16,8 miliar atau sekitar Rp 300 triliun (kurs Rp 17.860 per dolar AS), menandai langkah agresif yang selama beberapa tahun terakhir justru ditunggu investor.

Dilansir dari Reuters, Selasa (2/6/2026), Berkshire menggelontorkan USD 10 miliar atau sekitar Rp 178,6 triliun ke Alphabet, perusahaan induk Google, untuk mendukung ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Di saat yang hampir bersamaan, perusahaan juga menyepakati akuisisi pengembang perumahan Taylor Morrison Home senilai USD 6,8 miliar atau sekitar Rp 121,4 triliun.

Langkah tersebut langsung dibaca pasar sebagai sinyal awal pergeseran strategi di bawah Greg Abel, yang mulai mengurangi pendekatan konservatif Warren Buffett dalam menahan kas dalam jumlah besar. Selama bertahun-tahun, Buffett membiarkan cadangan kas Berkshire terus menumpuk hingga mencapai USD 380,2 miliar atau sekitar Rp 6.790 triliun per 31 Maret 2026. Kini, sebagian dana tersebut mulai dialokasikan ke sektor yang dianggap lebih produktif, yakni kecerdasan buatan dan perumahan.

Investasi ke Alphabet menjadi sorotan utama karena menunjukkan keyakinan Berkshire terhadap perlombaan AI global yang kini dipimpin perusahaan-perusahaan teknologi besar. Alphabet mengumumkan rencana penghimpunan modal hingga USD 80 miliar guna memperluas kapasitas komputasi AI dan pusat data. 

Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut, “Permintaan terhadap solusi dan layanan AI perusahaan dari kalangan bisnis maupun konsumen telah melampaui kapasitas yang tersedia saat ini.”

Masuknya Berkshire juga dipandang sebagai dukungan simbolis terhadap strategi AI Google di tengah persaingan sengit dengan pemain seperti Microsoft, OpenAI, serta berbagai perusahaan teknologi dari Tiongkok yang terus mempercepat investasi kecerdasan buatan. Reuters mencatat, Berkshire kini menjadi salah satu investor baru terbesar dalam skema pendanaan AI Alphabet.

Di sisi lain, akuisisi Taylor Morrison memperlihatkan keyakinan Abel terhadap prospek jangka panjang pasar perumahan Amerika Serikat meski sektor tersebut masih menghadapi tekanan suku bunga tinggi dan masalah keterjangkauan harga rumah. Berkshire membayar USD 72,50 per saham, atau premi sekitar 24 persen dari harga penutupan sebelumnya. Nilai perusahaan secara keseluruhan mencapai sekitar USD 8,5 miliar.

Dalam pernyataan resminya, Abel mengatakan, “Berkshire mengakuisisi pengembang perumahan nasional terbaik di kelasnya, dipimpin tim yang luar biasa dan didukung reputasi kuat dalam pengalaman pelanggan. Dalam jangka panjang, kami berharap dapat menyatukan operasi pembangunan rumah kami ke dalam satu platform terpadu untuk membantu lebih banyak warga Amerika mewujudkan kepemilikan rumah.”

Perubahan arah itu juga menjadi pembahasan utama dalam pertemuan pemegang saham Berkshire. Mengutip CNBC, Selasa (2/6/2026), Chief Investment Officer EquityCompass Investment Management, Robert Hagstrom, menilai era baru Berkshire resmi dimulai. “Saya menghabiskan banyak waktu mempelajari Greg. Saya pikir dia bukan hanya orang yang tepat, tetapi juga orang yang tepat pada waktu yang tepat,” ujarnya. 

Optimisme serupa datang dari investor asal Hong Kong, Peter Yang. Menurutnya, dukungan Buffett terhadap Abel menjadi alasan utama kepercayaan pasar tetap terjaga. “Saya percaya kepada Greg karena Warren tidak akan menyerahkan kendali kepada seseorang yang tidak mampu. Saya tidak khawatir terhadap perusahaan ini,” katanya. 

Sementara itu, Kim Shannon dari Sionna Investment Managers menilai warisan Berkshire masih memiliki fondasi kuat untuk bertahan dalam jangka panjang.

Pergeseran kepemimpinan ini menunjukkan Berkshire mulai memasuki fase yang lebih berorientasi pada eksekusi operasional dan penempatan modal secara aktif. 

Ketika dunia bisnis sedang berebut dominasi AI dan mencari peluang baru di tengah ketidakpastian ekonomi global, keputusan Abel mengucurkan sekitar Rp 300 triliun hanya dalam dua hari menjadi sinyal bahwa Berkshire tidak lagi sekadar menjaga kas, melainkan mulai kembali memainkan perannya sebagai salah satu penggerak utama arah investasi global.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho