← Beranda
WHO: Konflik di Kongo, Perburuk Penanganan Wabah Ebola
AntaraJumat, 29 Mei 2026 | 00.51 WIB
Ilustrasi virus Ebola (Freepik)

 

JawaPos.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan, meningkatnya kekerasan di bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC) memperburuk wabah Ebola. Selain itu juga menghambat upaya kemanusiaan untuk menangani penyakit tersebut.

"DRC timur sekarang menghadapi benturan dahsyat antara penyakit dan konflik,” tulisnya dilansir dari Antara, Kamis (28/5).

Tedros mengatakan wabah Ebola di Provinsi Ituri sulit ditangani karena pertempuran dan pengungsian menghambat akses ke masyarakat yang terdampak.

Wabah tersebut melibatkan strain Ebola Bundibugyo, yang saat ini belum memiliki vaksin atau pengobatan yang disetujui. Ia memperingatkan bahwa bentrokan yang sedang berlangsung memaksa orang-orang yang terpapar masuk ke kamp-kamp yang penuh sesak, memungkinkan penularan lebih luas.

"Menghentikan penularan Ebola ini sepenuhnya bergantung pada akses kemanusiaan," kata Tedros.

Serangan terhadap fasilitas kesehatan juga membuat pelacakan infeksi dan kontak "hampir mustahil”, ujarnya.

Kepala WHO itu mengatakan bahwa petugas kesehatan di garda depan bekerja sambil menantang bahaya ekstrem karena kekerasan menyebar di seluruh wilayah tersebut.

“Kita tidak dapat membangun kepercayaan masyarakat atau mengisolasi orang sakit sementara bom berjatuhan,” tulis Tedros.

Ia mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menyetujui gencatan senjata segera dan mengizinkan “akses yang aman dan berkelanjutan” bagi tim medis yang menangani wabah tersebut.

“Kami memohon agar kelangsungan hidup manusia diprioritaskan di atas segalanya,” katanya.

Kekerasan di DRC timur melibatkan beberapa kelompok bersenjata, termasuk pemberontak M23 dan milisi Koperasi untuk Pembangunan Kongo, dan telah menyebabkan ratusan ribu warga sipil mengungsi di tengah ketegangan etnis dan regional yang telah berlangsung lama.

Sebelumnya, otoritas kesehatan memperingatkan bahwa wabah Ebola terus menyebar di beberapa bagian Afrika, dengan negara-negara tetangga juga terkena dampaknya.

Baca Juga: Ancaman Ebola di Piala Dunia 2026, Timnas DR Kongo Terancam Tak Boleh Masuk Amerika Serikat

Sepuluh negara, termasuk Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia, menghadapi risiko wabah Ebola - menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika.

WHO juga memperingatkan bahwa meskipun risiko penyebaran global tetap rendah, situasi tersebut dipantau secara ketat karena jumlah kasus, infeksi di antara petugas kesehatan, dan wabah di daerah perkotaan.

EDITOR: Kuswandi