JawaPos.com - Wali Kota Arcadia, California Selatan, Eileen Wang, resmi mengundurkan diri setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) mendakwanya sebagai agen ilegal Tiongkok. Kasus ini langsung memicu sorotan karena menyangkut dugaan upaya Beijing memengaruhi pejabat publik di tingkat lokal di AS.
Wang yang berusia 58 tahun disebut telah setuju mengaku bersalah atas dakwaan kejahatan federal tersebut. Jika pengadilan menjatuhkan hukuman maksimal, dia bisa menghadapi ancaman penjara hingga 10 tahun.
Melansir BBC, Dewan Kota Arcadia mengkonfirmasi pengunduran diri Wang pada Senin (11/5) waktu setempat. Kasus ini menjadi perhatian besar karena melibatkan dugaan penyebaran narasi pro-Tiongkok tanpa pelaporan resmi kepada pemerintah AS sebagaimana diwajibkan dalam hukum federal.
Baca Juga: Disapu Thunder di Playoff NBA 2026, Era LeBron James di Lakers Terancam Berakhir
Asisten Jaksa AS Bill Essayli menyebut kasus ini sebagai bagian dari upaya Washington melawan infiltrasi pengaruh asing.
“Orang-orang di negara kami yang diam-diam menjalankan kepentingan pemerintah asing telah merusak demokrasi,” kata Essayli dalam pernyataannya.
Dalam dokumen dakwaan, Wang dituduh mengikuti arahan pejabat pemerintah Tiongkok, termasuk menyebarkan artikel yang menguntungkan Beijing melalui platform media yang ia kelola bersama seorang pria bernama Yaoning 'Mike' Sun.
Keduanya disebut mengoperasikan situs US News Center, media daring yang mengklaim menyasar komunitas warga keturunan Tionghoa di Arcadia.
Menurut DoJ, seorang pejabat Tiongkok sempat mengirim artikel yang sudah disiapkan melalui aplikasi WeChat kepada Wang. Artikel tersebut berisi bantahan terhadap tuduhan kerja paksa dan pelanggaran HAM di Xinjiang.
Tak lama setelah menerima tautan itu, Wang disebut langsung mempublikasikannya di US News Center dan merespons pejabat tersebut.
Pemerintah AS menilai tindakan itu masuk dalam kategori aktivitas agen asing yang seharusnya dilaporkan secara resmi sesuai ketentuan hukum federal.
Eileen Wang sendiri diketahui terpilih sebagai anggota Dewan Kota Arcadia pada November 2022. Kota tersebut menggunakan sistem rotasi jabatan wali kota di antara lima anggota dewan.
Meski demikian, pihak pemerintah kota menegaskan tidak ada keterlibatan institusi resmi Arcadia dalam kasus tersebut.
Manajer Kota Arcadia, Dominic Lazzaretto, mengatakan investigasi hanya berkaitan dengan tindakan pribadi Wang sebelum dirinya resmi dilantik pada Desember 2022.
“Tuduhan bahwa pemerintah asing mencoba memengaruhi pejabat publik lokal sangat mengkhawatirkan dan kami menanggapinya dengan serius,” ujarnya.
Ia juga memastikan tidak ada penggunaan dana kota, staf pemerintahan, maupun proses pengambilan keputusan resmi yang terlibat dalam perkara tersebut.
Tim kuasa hukum Wang, Jason Liang dan Brian Sun, menyatakan klien mereka menerima tanggung jawab atas kesalahan di masa lalu.
“Mereka meminta maaf dan menyesali kesalahan dalam kehidupan pribadinya,” tulis pengacara Wang dalam pernyataan resmi.
Pihak pengacara juga menegaskan Wang tetap memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat Arcadia meski kini terseret kasus hukum federal yang serius.
Kasus ini menambah panjang daftar kekhawatiran pemerintah AS terhadap dugaan operasi pengaruh Tiongkok di berbagai sektor, termasuk politik lokal dan komunitas diaspora di Amerika Serikat.