← Beranda
Senat Tuding Trump Seret AS ke Perang Ilegal dengan Iran, Demokrat Paksa Voting Darurat di Senat
Rian AlfiantoRabu, 13 Mei 2026 | 17.23 WIB
Donald Trump unggah foto AI menggenggam senjata sembari mengancam Iran. (Truth Social/Donald Trump).

JawaPos.com - Ketegangan politik di Amerika Serikat kembali memanas setelah Pemimpin Minoritas Senat AS dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, menuduh Presiden Donald Trump menyeret negara itu ke perang ilegal dengan Iran tanpa persetujuan Kongres.

Schumer bahkan memastikan Partai Demokrat akan kembali memaksa voting di Senat untuk menghentikan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut. Langkah itu menjadi voting ketujuh terkait resolusi War Powers atau pembatasan kewenangan perang presiden AS.

Dalam pidatonya di lantai Senat pada Senin (11/5) waktu setempat, Schumer menilai pemerintahan Trump telah melanggar batas 60 hari sesuai War Powers Act karena terus melanjutkan operasi militer tanpa otorisasi Kongres.

Baca Juga: Ini Bukan Akhir Segalanya! Pesan Tegas Kurniawan ke Pemain Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal Lolos Piala Dunia

“Donald Trump menyeret Amerika ke perang yang ilegal dan mahal tanpa tujuan yang jelas maupun strategi akhir,” kata Schumer.

Schumer menegaskan bahwa tenggat waktu 60 hari dalam War Powers Act sebenarnya sudah terlampaui lebih dari sepekan lalu. Berdasarkan aturan itu, operasi militer seharusnya dihentikan apabila presiden belum mendapatkan izin resmi dari Kongres.

Ia juga menuding Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth berupaya menghindari aturan tersebut dengan menyatakan konflik sudah berakhir sehingga hitungan waktu dianggap berhenti.

Namun menurut Schumer, klaim bahwa perang telah usai sama sekali tidak sesuai kenyataan di lapangan.

Baca Juga: Bareskrim Polri Tetapkan 2 Tersangka Baru dalam Kasus Pertambangan Ilegal

“Perang sudah selesai? Itu omong kosong,” tegasnya.

Ia menyebut situasi masih jauh dari stabil, terutama setelah putaran terbaru negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali gagal mencapai kesepakatan.

Selain itu, mengutip Anadolu, Partai Demokrat kini bersiap mengajukan voting ketujuh terkait resolusi War Powers yang bertujuan menarik pasukan AS dari konflik dengan Iran.

Schumer mengatakan Partai Republik tidak bisa lagi berpura-pura bahwa konflik otomatis selesai setelah tenggat 60 hari berlalu.

“Sudah waktunya melakukan sesuatu untuk menghentikan kesalahan ini,” ujarnya.

Ia mendesak senator Republik mendukung resolusi tersebut demi menjaga konstitusi AS, melindungi keselamatan tentara Amerika, serta mengurangi beban biaya perang yang terus meningkat.

Baca Juga: Eksklusif! Asisten Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Rahasia Juara Championship, Agam Haris Dobrak Strategi ke Super League

Menurut Schumer, jika Partai Republik tetap menolak resolusi itu, maka mereka ikut bertanggung jawab atas berlanjutnya konflik.

EDITOR: Bintang Pradewo