← Beranda
Mojtaba Khamenei Dikabarkan Ikut Susun Strategi Perang Melawan AS Meski dalam Kondisi Cedera
AntaraSabtu, 9 Mei 2026 | 23.15 WIB
Kenaikan Mojtaba Khamenei menandai pertama kalinya sejak Revolusi Islam 1979 kepemimpinan tertinggi Iran berpindah dari ayah kepada anak (The Guardian)

 

JawaPos.com - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, diyakini ikut menyusun strategi perang dan negosiasi dengan AS. Hal ini dilakukan meski belum muncul ke hadapan publik karena masih menjalani pemulihan cedera.

Mengutip sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS itu, CNN menyebutkan masih ada ketidakpastian tentang sejauh mana kewenangan Mojtaba Khamenei dalam struktur kepemimpinan Iran setelah serangan AS-Israel menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk ayahnya, Ali Khamenei.

Disebutkan pula, para pejabat AS meyakini Mojtaba Khamenei tetap berkomunikasi lewat utusan yang dipercaya dan pertemuan langsung selama proses pemulihannya dari luka bakar dan luka akibat serpihan peluru.

Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan kondisi sang pemimpin terus membaik.

Dilansir dari Antara, Mazaher Hosseini, kepala protokol kantor Pemimpin Tertinggi Iran, pada Jumat mengatakan kondisi Khamenei mengalami perkembangan positif dan menepis spekulasi mengenai kesehatannya.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei: Iran Melindungi Semua Potensi Asli, Termasuk Roket dan Nuklir Kekayaan Negara

Laporan itu juga menyebutkan bahwa penilaian intelijen AS menyimpulkan kemampuan militer Iran melemah akibat serangan AS, tetapi belum hancur sepenuhnya. Banyak instalasi peluncur rudal Iran masih beroperasi. 

CNN juga melaporkan bahwa pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf diyakini menjalankan sebagian besar pemerintahan sehari-hari di tengah berlanjutnya upaya diplomatik dengan pemerintah AS.

EDITOR: Kuswandi