JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) kembali menaikkan tensi terhadap Iran. Sang Presiden, Donald Trump, menegaskan bahwa Teheran harus mencapai kesepakatan dengan Washington, atau menghadapi konsekuensi militer yang menurutnya akan 'sangat mudah' dimenangkan oleh AS.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan pembawa acara radio Hugh Hewitt pada Senin (4/5) waktu setempat lalu. Ia menekankan bahwa jalur diplomasi masih terbuka, namun opsi militer tetap berada di atas meja.
“Ya, bagaimanapun juga, kami akan menang. Kami akan membuat kesepakatan yang tepat, atau kami akan menang dengan sangat mudah dari sudut pandang militer,” ujar Trump dikutip via ANTARA.
Trump juga mengklaim bahwa dari sisi militer, Amerika Serikat telah berada di posisi unggul atas Iran. Ia menyebut armada laut Iran mengalami kerugian besar dalam konflik terbaru.
Menurutnya, Iran sebelumnya memiliki 159 kapal, namun kini sebagian besar telah hancur.
“Hari ini, kami menghancurkan delapan kapal mereka. Sekarang mereka hanya memiliki kapal kecil yang cepat. Kapal-kapal itu sangat murah dan dipasangi senapan mesin. Mereka pikir itu bagus. Kami menghancurkan delapan kapal mereka hari ini,” katanya.
Trump menegaskan bahwa tujuan utama Washington tetap sama, yakni mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Isu ini menjadi inti dari tekanan politik dan militer yang terus dilancarkan AS terhadap Teheran.
Terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan, Trump menyebut prosesnya bisa terjadi dalam waktu dekat, meski ia menilai waktu bukan faktor krusial bagi AS.
“Kami sudah melakukan sebagian besar yang perlu dilakukan. Mungkin tinggal dua minggu lagi, dua minggu, mungkin tiga minggu. Dan waktu bukanlah hal yang mendesak bagi kami,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah pihak, termasuk kalangan yang ia sebut 'sangat cerdas' dan 'cukup moderat', menginginkan tercapainya kesepakatan dengan Iran.
Ketegangan antara Washington dan Teheran sendiri meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran.
Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Konflik itu kemudian mereda setelah kedua pihak mengumumkan gencatan senjata pada 7 April.
Namun, upaya diplomasi belum membuahkan hasil signifikan. Pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa terobosan.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik terbuka kembali. Meski demikian, Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif Mobil Eropa 25 Persen, BMW hingga Mercedes Bisa Kena Dampak Besar
Baca Juga: Trump Tuding Paus Leo XIV ‘Bahayakan Umat Katolik’ atas Kebijakan Luar Negeri dan Perang Iran
Sejumlah mediator internasional kini tengah berupaya menyusun putaran negosiasi baru, dengan harapan dapat meredakan ketegangan dan mendorong tercapainya kesepakatan yang lebih permanen. (*)