← Beranda
Pesawat Tanker AS KC-135 Hilang Radar di Langit Qatar setelah Kirim Sinyal Darurat 7700
Rian AlfiantoRabu, 6 Mei 2026 | 06.24 WIB
Sebuah pesawat Boeing KC-135 Stratotanker milik Angkatan Udara AS melakukan taksi di pangkalan udara Moron di Moron de la Frontera, Spanyol selatan. (Marcelo del Pozo/Reuters)

 

JawaPos.com - Sebuah pesawat tanker militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami keadaan darurat saat terbang di sekitar wilayah udara Qatar. Informasi ini pertama kali diungkap media Iran, yang menyebut pesawat tersebut sempat mengirimkan sinyal darurat sebelum menghilang dari layar pelacakan penerbangan.

Berdasarkan data pelacakan yang dikutip kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, pesawat jenis KC-135 Stratotanker milik Angkatan Udara AS mengirim kode '7700' yang merupakan sinyal universal untuk kondisi darurat, sebelum hilang dari radar saat melintas di atas Qatar.

Pesawat yang dikenal sebagai 'pom bensin terbang' itu dilaporkan lepas landas dari Al Dhafra Air Base di Uni Emirat Arab. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari militer AS terkait nasib pesawat maupun kondisi awak di dalamnya.

Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih rapuh di kawasan Teluk, khususnya setelah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.

Pihak militer AS menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlangsung, meski sebelumnya Washington menuding Teheran terlibat dalam serangan terbaru terhadap kapal di kawasan tersebut serta target di Uni Emirat Arab. Sehari sebelumnya, militer AS juga dilaporkan menenggelamkan enam kapal kecil Iran yang dianggap mengancam pelayaran komersial.

Meski koridor pelayaran yang dilindungi AS telah dibuka, baru dua kapal dagang yang berhasil melintas, sementara ratusan lainnya masih tertahan di kawasan Teluk Persia. Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa eskalasi militer lanjutan justru dapat memperburuk konflik.

Apa Itu KC-135 Stratotanker?

Pesawat KC-135 Stratotanker merupakan tulang punggung armada pengisian bahan bakar udara milik AS sejak era Perang Dingin. Dikembangkan oleh Boeing pada 1950-an, pesawat ini mulai beroperasi pada 1957.

Fungsinya sangat krusial, yakni memperpanjang jangkauan pesawat tempur dan pembom dengan melakukan pengisian bahan bakar di udara. Lebih dari 730 unit telah diproduksi dan digunakan dalam berbagai operasi militer, mulai dari Perang Vietnam hingga konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur.

Saat ini, KC-135 masih dioperasikan oleh Angkatan Udara AS, Garda Nasional Udara, dan Cadangan Angkatan Udara. Meski sebagian armada mulai digantikan oleh pesawat generasi baru seperti KC-46 Pegasus, KC-135 tetap menjadi komponen vital dalam operasi militer global AS.

Kronologi Sinyal Darurat

Data dari layanan pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan pesawat tersebut sempat terbang dalam pola melingkar di atas Teluk sebelum menurunkan ketinggian saat melintas di wilayah Qatar. Tak lama setelah itu, sinyalnya hilang dari sistem pemantauan.

Hingga kini, tujuan akhir penerbangan belum diketahui. Militer AS juga belum menjelaskan apakah pesawat sedang menjalankan misi pengisian bahan bakar atau menuju pangkalan tertentu saat insiden terjadi.

Belum adanya pernyataan resmi dari pihak AS membuat insiden ini memunculkan spekulasi luas, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Teluk. Nasib pesawat dan awaknya masih menjadi tanda tanya, sementara dunia menunggu klarifikasi lebih lanjut dari otoritas terkait.

EDITOR: Estu Suryowati