← Beranda
Ketegangan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Picu Kekhawatiran Global
Risma Azzah FatinRabu, 6 Mei 2026 | 03.37 WIB
Sebuah kapal kontainer berlabuh sementara sebuah perahu motor kecil melintas di latar depan di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)

 

JawaPos.com – Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya kekerasan di Selat Hormuz. Ketegangan di jalur pelayaran vital tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Selasa (5/5), Situasi ini juga menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Harga minyak mentah Brent Crude tercatat naik hampir 6 persen hingga mencapai lebih dari 114 dolar AS per barel.

Kenaikan ini menjadi salah satu lonjakan terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Meski sempat sedikit melemah, harga tetap berada pada level tinggi.

Lonjakan harga dipicu oleh meningkatnya konflik militer di kawasan tersebut. Militer Amerika Serikat dilaporkan menghancurkan sejumlah kapal kecil Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal komersial. Sementara itu, Uni Emirat Arab juga melaporkan adanya serangan rudal dan drone.

Di sisi lain, pihak Iran membantah klaim tersebut dan menyebut laporan dari Amerika Serikat tidak akurat. Perbedaan informasi ini semakin memperkeruh situasi di kawasan. Ketidakpastian yang muncul turut memengaruhi sentimen pasar global.

Analis pasar menilai bahwa kenaikan harga minyak didorong oleh kekhawatiran terhadap gangguan infrastruktur energi.

Risiko penutupan Selat Hormuz menjadi faktor utama yang diperhitungkan pelaku pasar. Jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi wilayah tersebut.

Namun, banyak perusahaan pelayaran masih ragu untuk melanjutkan aktivitasnya. Kekhawatiran terhadap keselamatan menjadi alasan utama penundaan pelayaran.

Organisasi internasional melaporkan ribuan pelaut masih terjebak di kawasan tersebut. Kondisi ini dinilai sebagai situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri maritim modern.

Seruan untuk menjamin keselamatan pelayaran pun terus disampaikan oleh berbagai pihak.

Kenaikan harga minyak diperkirakan akan terus berlanjut dalam waktu dekat. Faktor seperti kerusakan infrastruktur dan gangguan distribusi menjadi penyebab utama. Situasi ini berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian global.

 

EDITOR: Novia Tri Astuti