← Beranda
Uni Emirat Arab Makin Mesra dengan Zionis Israel, Dapat Kiriman Teknologi Laser Baru untuk Cegah Rudal Iran
Rian Alfianto• Selasa, 5 Mei 2026 | 19.34 WIB
Laser Iron Beam. (Times of Israel)

JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah memicu langkah strategis baru. Israel dilaporkan mengirim sistem pertahanan udara berbasis laser ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk membantu negara Teluk tersebut menghadapi ancaman serangan rudal dan drone dari Iran.

Laporan Financial Times menyebut, sistem yang dikirim adalah versi dari Iron Beam, teknologi laser berdaya tinggi yang dirancang untuk menghancurkan proyektil di udara. Selain itu, Israel juga mengirim sistem pengawasan canggih bernama Spectro yang mampu mendeteksi drone hingga jarak 20 kilometer.

Langkah ini menandai peningkatan signifikan kerja sama militer antara kedua negara. Sebelumnya kerja sama negara Arab dengan Zionis itu lebih banyak terbatas pada latihan bersama.

Baca Juga: Cair Rp 900 Ribu! Berikut Perbedaan BLT Kesra dan Dana Desa serta Strategi Baru Kemensos Graduasi 2026

Dukungan Militer Intensif dan Real-Time Intelligence

Tak hanya perangkat keras, Israel juga memberikan dukungan intelijen secara langsung. Informasi real-time terkait peluncuran rudal dari Iran ke arah Teluk disebut ikut dibagikan kepada otoritas UEA.

Sumber yang mengetahui operasi ini mengungkapkan bahwa jumlah personel militer Israel yang dikerahkan juga tidak sedikit.

"Ini bukan sejumlah kecil sepatu bot di tanah," ujar sumber tersebut.

Sebelumnya, laporan Axios juga menyebut bahwa Israel telah mengirim satu baterai Iron Dome lengkap dengan puluhan personel untuk mengoperasikannya di wilayah UEA.

Menariknya, sebagian sistem yang dikirim disebut masih dalam tahap prototipe atau belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem pertahanan Israel sendiri. Hal ini dilakukan demi mengejar kebutuhan cepat di tengah eskalasi konflik.

Iron Beam, yang mulai operasional pada akhir 2025, dikembangkan lebih dari satu dekade sejak pertama kali diperkenalkan pada 2014. Sistem ini dirancang melengkapi pertahanan berlapis Israel seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow.

Keunggulan utama Iron Beam adalah kemampuannya menembak jatuh target dengan laser tanpa batas amunisi selama pasokan energi tersedia. Teknologi ini bahkan disebut sebagai 'game-changer' dalam menghadapi ancaman drone dan roket jarak pendek.

Kerja sama erat ini tak lepas dari kesepakatan diplomatik yang terjalin sejak 2020 melalui Abraham Accords. Perjanjian tersebut membuka hubungan diplomatik, ekonomi, dan keamanan antara Israel dan UEA, dengan salah satu motivasi utamanya adalah ancaman bersama dari Iran.

Menurut laporan, keputusan pengiriman sistem pertahanan ini diambil setelah percakapan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Diketahui, selama konflik yang berlangsung sejak 28 Februari hingga awal April, Kementerian Pertahanan UEA mencatat bahwa Iran meluncurkan sekitar 550 rudal balistik dan jelajah serta lebih dari 2.200 drone ke wilayah tersebut.

Meski sebagian besar berhasil dicegat, beberapa serangan tetap menghantam target militer dan sipil. Situasi ini mendorong Abu Dhabi untuk meminta bantuan dari sekutu strategisnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah