← Beranda
Tolak Negosiasi Langsung, Hizbullah Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata Ribuan Kali
Rian Alfianto• Selasa, 5 Mei 2026 | 01.43 WIB
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem. (Video still; Al Manar TV/Reuters TV)

JawaPos.com - Ketegangan antara Lebanon dan Israel tetap tinggi di tengah banyaknya pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pihak Zionis. Paling baru, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menegaskan penolakan terhadap wacana negosiasi langsung dengan Israel.

Ia menyebut langkah tersebut justru akan menjadi 'konsesi politik gratis' yang menguntungkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang agenda politik di negara masing-masing.

Dalam pernyataannya pada Senin (4/5), Qassem menegaskan bahwa pihaknya hanya mendukung jalur diplomasi tidak langsung.

Baca Juga: Tips Hindari Produk Kesehatan dan Kosmetik Palsu: Jangan Tergiur Diskon Besar Tanpa Cek Keaslian

“Kami mendukung negosiasi tidak langsung,” ujarnya.

Namun, ia menolak keras opsi dialog langsung karena dinilai tidak membawa hasil dan hanya memberi keuntungan politik bagi pihak lawan.

Lebih jauh, Qassem menuding Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata secara sistematis. Ia mengklaim pelanggaran tersebut telah terjadi 'lebih dari sepuluh ribu kali', dan menyebut situasi yang berlangsung saat ini bukanlah gencatan senjata, melainkan agresi berkelanjutan Israel-Amerika.

Menurutnya, dikutip via Jerusalem Post, Lebanon berada di posisi sebagai pihak yang diserang. Ia juga menegaskan bahwa setiap upaya diplomatik harus diawali dengan penghentian serangan.

Baca Juga: Tips Hindari Produk Kesehatan dan Kosmetik Palsu: Jangan Tergiur Diskon Besar Tanpa Cek Keaslian

“Solusi bukanlah menyerah,” katanya, sembari menolak segala bentuk tekanan politik maupun militer terhadap Lebanon.

Israel Lakukan Serangan Balasan di Lebanon Selatan

Di sisi lain, militer Israel atau Israel Defense Forces melaporkan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap infrastruktur Hizbullah di wilayah Lebanon selatan. Langkah ini disebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok tersebut.

Peringatan evakuasi juga sempat dikeluarkan kepada warga sipil di sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi target operasi militer. IDF meminta penduduk segera meninggalkan area tersebut demi keselamatan.

Dalam pernyataan terpisah, IDF mengklaim telah menewaskan 10 anggota bersenjata Hizbullah dalam beberapa insiden dalam beberapa hari terakhir. Mereka disebut terdeteksi berada di dekat posisi pasukan Israel, sehingga dilakukan serangan presisi untuk menghilangkan ancaman.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio Besok, Selasa 5 Mei 2026: Intuisi Tajam Bawa Peluang Besar, Tapi Emosi Harus Terkendali!

Selain itu, unit elit militer Israel, dikenal sebagai Unit 888 atau 'Ghost Unit', dilaporkan berhasil membongkar posisi peluncuran yang siap digunakan serta menghancurkan sejumlah gudang senjata dan infrastruktur militer milik Hizbullah.

Pada operasi lain yang berlangsung semalam, Angkatan Udara Israel menyerang target Hezbollah setelah sebuah rudal anti-tank ditembakkan ke arah pasukan Israel. Tidak ada korban dalam insiden tersebut, dan lokasi peluncuran segera dihantam sebagai respons cepat.

Situasi di perbatasan Lebanon-Israel hingga kini masih bergejolak, dengan kedua pihak saling melontarkan tudingan pelanggaran gencatan senjata di tengah meningkatnya eskalasi militer.

EDITOR: Bintang Pradewo