← Beranda
Tanker Raksasa Iran Pecundangi Blokade Maritim AS di Selat Hormuz, Kini Meluncur ke Perairan Indonesia
Rian AlfiantoSenin, 4 Mei 2026 | 18.51 WIB
Ilustrasi kapal supertanker Iran. (Aukevisser)

 

JawaPos.com - Sebuah kapal tanker super milik Iran dilaporkan berhasil menembus blokade maritim atau pengawasan ketat militer Amerika Serikat (AS) di kawasan strategis Timur Tengah.

Kapal bernama Derya itu membawa muatan minyak mentah bernilai fantastis dan kini terpantau menuju perairan Indonesia, memicu perhatian dunia terhadap efektivitas blokade maritim AS.

Menurut laporan lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, TankerTrackers, kapal tersebut mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah dengan nilai hampir USD 220 juta atau sekitar Rp 3,81 triliun.

“Supertanker milik National Iranian Tanker Company yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai kawasan Timur Jauh,” ungkap TankerTrackers dalam laporannya, Minggu (3/5).

 

Manuver Sunyi Hindari Deteksi

Kapal raksasa yang teridentifikasi sebagai 'HUGE' (9357183) itu terakhir terdeteksi di sekitar pesisir Sri Lanka lebih dari sepekan lalu. Setelah itu, pergerakannya menjadi misterius karena tidak lagi memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret.

Langkah 'menghilang' dari radar ini diduga menjadi strategi untuk menghindari pemantauan militer, terutama saat kapal tersebut melintasi jalur vital seperti Selat Malaka hingga kembali ke Iran.

Kini, Derya dilaporkan bergerak melalui Selat Lombok menuju wilayah Kepulauan Riau, menandai keberhasilan pelayaran panjangnya dari kawasan konflik menuju Asia Tenggara.

Sebelumnya, tanker ini sempat mencoba mengirim hampir dua juta barel minyak ke India pada pertengahan April. Namun, rencana tersebut batal tanpa penjelasan rinci.

Setelah kegagalan itu, kapal berbelok arah ke selatan, di tengah tekanan intensif terhadap kapal-kapal Iran lainnya. Sejumlah tanker Iran bahkan dilaporkan dipaksa kembali ke negaranya oleh Angkatan Laut AS dalam operasi pengawasan di kawasan.

Keberhasilan Derya menembus pengawasan AS menambah daftar insiden serupa. Sebelumnya, tanker lain milik NITC juga dilaporkan mampu melewati kontrol militer dan mencapai wilayah timur.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan baru terkait efektivitas blokade maritim yang diterapkan Amerika Serikat di jalur krusial seperti Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik panas dalam dinamika geopolitik global.

Baca Juga: Iran Peringatkan Peran AS di Selat Hormuz Melanggar Gencatan Senjata

Dengan nilai muatan yang besar dan jalur pelayaran yang sensitif, perjalanan Derya bukan sekadar pengiriman minyak biasa, melainkan sinyal bahwa persaingan di laut internasional semakin kompleks dan sulit dikendalikan. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan