JawaPos.com - Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dalam serangan terbaru Israel di Lebanon bagian selatan.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Sabtu (2/5), Korban tersebut termasuk warga sipil, di antaranya seorang anak.
Serangan terjadi meskipun gencatan senjata masih diberlakukan di wilayah tersebut.
Serangan udara dilaporkan menghantam kawasan permukiman di wilayah selatan Lebanon. Beberapa bangunan hancur dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.
Tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari puing-puing bangunan.
Delapan orang dilaporkan tewas dalam satu serangan di wilayah Habboush, distrik Nabatieh. Selain korban tewas, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan parah pada area permukiman warga.
Serangan tambahan juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi lain di Lebanon selatan. Empat orang lainnya dilaporkan tewas dalam insiden terpisah di sekitar wilayah Tyre dan Nabatieh. Serangan ini memperlihatkan eskalasi kekerasan yang terus berlanjut.
Pihak Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan kelompok Hezbollah. Namun, laporan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar korban merupakan warga sipil.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan penduduk setempat.
Sebelum serangan terjadi, militer Israel sempat mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga. Penduduk diminta untuk menjauh dari area yang menjadi target serangan.
Meski demikian, banyak warga tetap menjadi korban akibat intensitas serangan yang tinggi.
Data dari otoritas kesehatan Lebanon menunjukkan jumlah korban terus meningkat. Sejak 2 Maret 2026, lebih dari 2.600 orang dilaporkan tewas akibat konflik yang berlangsung.
Selain itu, ribuan orang lainnya mengalami luka-luka dalam berbagai serangan.
Konflik antara Israel dan Hezbollah terus memanas sejak beberapa waktu terakhir. Meskipun gencatan senjata sempat disepakati, pelanggaran masih terus terjadi. Kondisi ini membuat situasi keamanan di Lebanon selatan semakin memburuk.