← Beranda
IRGC Kuasai Pesisir Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Memuncak
Rian AlfiantoMinggu, 3 Mei 2026 | 01.37 WIB
IRGC Kuasai Pesisir Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Memuncak. (UN News)

 

JawaPos.com - Iran kembali mengirim sinyal tegas di tengah ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat (AS). Melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Teheran mengumumkan penerapan aturan baru yang mencakup wilayah pesisir Teluk Persia hingga Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

 

Pengumuman tersebut disebut merupakan arahan langsung dari pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. IRGC menyatakan bahwa angkatan lautnya kini akan mengendalikan hampir 2.000 kilometer garis pantai Iran di kawasan tersebut.

 

Dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Press TV pada Jumat (1/5) malam, IRGC menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menjadikan perairan tersebut sebagai sumber kehidupan dan kekuatan bagi rakyat Iran, sekaligus menciptakan keamanan serta kemakmuran bagi kawasan.

 

Meski demikian, tidak ada rincian teknis lebih lanjut terkait aturan baru yang dimaksud. Ketidakjelasan ini justru memicu spekulasi di tengah meningkatnya sensitivitas situasi di Selat Hormuz.

 

Ketegangan di kawasan ini memang belum mereda. Sebelumnya, Iran sempat membatasi lalu lintas di jalur strategis tersebut sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.

 

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan, yang menghasilkan gencatan senjata pada 8 April. Negosiasi lanjutan digelar di Islamabad pada 11–12 April, namun berakhir tanpa kesepakatan konkret.

 

Situasi semakin kompleks setelah Presiden AS Donald Trump secara sepihak memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas, atas permintaan Pakistan.

 

Sejak 13 April, Washington juga meningkatkan tekanan dengan menerapkan blokade laut yang menargetkan aktivitas maritim Iran di Selat Hormuz, sebuah langkah yang dinilai memperkeruh stabilitas kawasan.

 

Dengan diumumkannya kebijakan baru oleh IRGC, Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian global. Jalur ini selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling krusial dalam distribusi minyak dunia, sehingga setiap dinamika di kawasan tersebut berpotensi berdampak luas terhadap pasar energi dan keamanan internasional.

EDITOR: Estu Suryowati