← Beranda
Intelijen AS Waspada: Iran Bisa Diuntungkan Jika Donald Trump Klaim Menang Sepihak
Rian AlfiantoRabu, 29 April 2026 | 19.03 WIB
Ilustrasi bendera Iran, di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran, di Teheran, Iran, 27 April 2026. (via Reuters)

JawaPos.com - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mengkaji skenario sensitif: bagaimana respons Iran jika Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan kemenangan sepihak dalam konflik yang telah berlangsung dua bulan terakhir dan menewaskan ribuan orang.

Mengutip laporan CBC News, analisis ini dilakukan atas permintaan pejabat tinggi pemerintahan. Tujuannya adalah memahami dampak politik dan keamanan jika Washington memutuskan mengurangi keterlibatan militernya di tengah tekanan domestik yang meningkat.

Sejumlah sumber menyebut, hingga kini belum ada keputusan final. Namun, opsi de-eskalasi cepat dinilai bisa meredakan tekanan politik terhadap Trump, terutama menjelang pemilu sela. Di sisi lain, langkah itu berpotensi memberi ruang bagi Iran untuk memperkuat kembali program nuklir dan rudalnya, yang dapat mengancam sekutu AS di kawasan.

Baca Juga: 5 Tanda Jelas Anda Boros Tanpa Sadar dan Solusinya, Apa Saja?

Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan, komunitas intelijen juga menilai skenario serupa sebelumnya. Dalam analisis awal pasca-serangan udara pada Februari, Iran diperkirakan akan menganggap klaim kemenangan AS yang diikuti penarikan pasukan sebagai kemenangan bagi Teheran.

Sebaliknya, jika AS mengumumkan kemenangan tetapi tetap mempertahankan kehadiran militer besar, Iran kemungkinan melihatnya sebagai taktik negosiasi, bukan akhir dari konflik.

Menanggapi laporan ini, Direktur Urusan Publik CIA Liz Lyons menyatakan lembaganya “tidak mengetahui penilaian intelijen seperti yang dilaporkan.” Pihak Central Intelligence Agency juga menolak memberikan komentar lebih lanjut terkait aktivitas analisis mereka. Sementara itu, Kantor Direktur Intelijen Nasional tidak memberikan tanggapan.

Baca Juga: Ramalan Cinta Zodiak Besok Kamis 30 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces

Dari Gedung Putih, juru bicara Anna Kelly menegaskan bahwa AS masih membuka jalur negosiasi dengan Iran, namun tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan.

“Presiden hanya akan menyetujui perjanjian yang mengutamakan keamanan nasional AS, dan ia menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujarnya.

Tekanan Politik Meningkat

Di dalam negeri, konflik ini semakin tidak populer. Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 26 persen warga AS menilai operasi militer tersebut sepadan dengan biayanya, dan hanya 25 persen yang percaya perang itu meningkatkan keamanan negara.

Beberapa sumber yang mengikuti diskusi internal Gedung Putih menyebut Trump sangat menyadari dampak politik yang harus ditanggung dirinya dan Partai Republik.

Situasi diperumit oleh kondisi di Selat Hormuz, jalur vital yang mengangkut sekitar 20 persen minyak dunia. Penutupan jalur ini oleh Iran, melalui serangan kapal dan pemasangan ranjau, telah memicu lonjakan harga energi global.

Meski sempat ada gencatan senjata, upaya diplomasi belum mampu membuka kembali jalur tersebut sepenuhnya. Hal ini memberi Iran daya tawar kuat terhadap AS dan sekutunya.

Baca Juga: BGN: SPPG yang Status Suspend Secara Menyeluruh Tak Terima Insentif

Secara teori, pengurangan kehadiran militer AS yang disertai pencabutan blokade bersama dapat menurunkan harga bahan bakar. Namun hingga kini, kedua pihak masih jauh dari kata sepakat.

Akhir pekan lalu, Trump bahkan membatalkan rencana pertemuan utusannya dengan pejabat Iran di Pakistan. Ia menyebut proses tersebut akan memakan waktu terlalu lama dan menegaskan Iran dapat langsung menghubungi AS jika ingin berunding.

Meski tekanan domestik disebut 'sangat besar', berbagai opsi militer masih dipertimbangkan, termasuk serangan udara lanjutan terhadap target strategis Iran.
Namun, rencana besar seperti invasi darat ke wilayah Iran kini dinilai semakin kecil kemungkinannya dibanding beberapa minggu lalu.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces Besok 30 April 2026: Keberhasilan Akan Datang dari Langkah Kecil yang Konsisten

Sumber lain menyebut Iran memanfaatkan masa gencatan senjata sejak 8 April untuk memulihkan kekuatan militernya, termasuk menggali kembali peluncur rudal, amunisi, dan drone yang sebelumnya terkubur akibat serangan AS dan sekutunya.

Akibatnya, jika perang kembali memanas, biaya taktis yang harus ditanggung diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan fase awal konflik.

EDITOR: Bintang Pradewo