JawaPos.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araqchi, tiba di St. Petersburg, Rusia, pada Senin (27/4) waktu setempat, dalam rangkaian kunjungan diplomatik intensif yang langsung diarahkan pada pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi strategis di tengah meningkatnya ketegangan global.
Setibanya di Rusia, Araqchi menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk "melanjutkan konsultasi erat antara Teheran dan Moskow mengenai isu-isu regional dan internasional,” sebagaimana dilaporkan media Iran, Press TV.
Ia menambahkan, pembicaraan dengan pejabat Rusia akan menjadi momentum penting untuk meninjau perkembangan terbaru konflik yang tengah berlangsung, sekaligus memperdalam kerja sama bilateral kedua negara dalam menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
Baca Juga: 6 Sinyal Tubuh yang Sering Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes: Cek Sekarang
Araqchi juga menyoroti bahwa serangan militer terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel telah mengganggu jalur diplomasi rutin antara Iran dan Rusia.
Kondisi ini, menurutnya, membuat pertemuan kali ini menjadi jauh lebih krusial dalam menjaga kesinambungan komunikasi strategis.
Dalam pernyataannya, Araqchi turut mengungkap hasil kunjungannya sebelumnya ke Islamabad, Pakistan. Ia menyebut perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan gagal mencapai kesepakatan.
Menurutnya, meski sempat menunjukkan kemajuan, negosiasi tersebut akhirnya tidak mencapai tujuan, yang ia kaitkan dengan tuntutan berlebihan serta kebijakan keliru dari pihak Amerika.
“Kami harus mengamankan hak-hak rakyat Iran setelah 40 hari perlawanan dan melindungi kepentingan negara,” tegas Araqchi, menekankan bahwa posisi Teheran akan tetap menjadi dasar utama dalam setiap proses diplomasi ke depan.
Selain Pakistan, Araqchi juga melakukan persinggahan di Muscat, Oman, dengan fokus pembahasan pada stabilitas kawasan, khususnya di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Ia menekankan pentingnya koordinasi erat antara Iran dan Oman sebagai dua negara pesisir dalam menjaga keamanan maritim. Ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut telah menjadikan Selat Hormuz sebagai titik perhatian global.
Baca Juga: Posisi Tidur Bisa Jadi Cerminan Masalah yang Sedang Disembunyikan, Ini Penjelasannya
Media Al Mayadeen juga melaporkan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepahaman umum dan sepakat melanjutkan pembahasan di tingkat teknis guna menjamin keamanan pelayaran serta melindungi kepentingan bersama.
Kunjungan ke Rusia menjadi tahap terbaru dalam upaya diplomasi agresif Iran untuk memperkuat koordinasi regional dan internasional setelah berminggu-minggu konflik.
Teheran menegaskan bahwa setiap negosiasi di masa depan harus mencakup isu-isu mendasar, termasuk jaminan terhadap penghentian aksi militer lanjutan serta penghormatan atas kedaulatan Iran.
Melalui rangkaian konsultasi dengan berbagai mitra, Iran berupaya membentuk arah baru dalam penyelesaian krisis yang kini memasuki fase semakin kompleks dan sensitif.