JawaPos.com - Sebuah insiden tragis mengguncang Malaysia setelah dua helikopter Angkatan Laut bertabrakan di udara saat latihan, menewaskan seluruh awak di dalamnya. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (23/4) pagi waktu setempat, di fasilitas angkatan laut Lumut, negara bagian Perak.
Mengutip Reuters dan BBC, kecelakaan berlangsung sekitar pukul 09.32 waktu setempat, ketika kedua helikopter tengah melakukan latihan formasi untuk persiapan perayaan 90 tahun Angkatan Laut Kerajaan Malaysia.
Namun nahas, dalam manuver tersebut, bagian depan salah satu helikopter menghantam rotor belakang helikopter lainnya.
Benturan keras itu membuat kedua helikopter kehilangan kendali sebelum akhirnya jatuh ke darat. Rekaman kejadian yang beredar luas dan telah diverifikasi oleh Buletin TV3 menunjukkan detik-detik mengerikan tabrakan di udara tersebut.
Sebanyak 10 awak dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Rinciannya, tujuh orang berasal dari tim Maritime Operations Helicopter (HOM-AW139), sementara tiga lainnya merupakan anggota skuadron Fennec.
Pihak Royal Malaysian Navy menyatakan seluruh korban langsung dinyatakan meninggal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Pangkalan Angkatan Darat Lumut untuk proses identifikasi.
"Semua korban dipastikan meninggal di tempat kejadian dan dikirim ke rumah sakit militer pangkalan angkatan laut Lumut untuk identifikasi," kata pihak angkatan laut.
Komandan senior operasional pemadam kebakaran, Suhaimy Mohamad Suhail, mengkonfirmasi bahwa kecelakaan terjadi saat sesi latihan penerbangan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin juga membenarkan bahwa dua helikopter yang terlibat adalah helikopter operasi maritim dan helikopter militer jenis Fennec.
Sebagai respons atas tragedi ini, Angkatan Laut Malaysia membentuk tim investigasi khusus untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video insiden demi menghormati keluarga korban serta menjaga kelancaran proses penyelidikan.
Seluruh korban diketahui berusia di bawah 40 tahun, menambah duka mendalam bagi keluarga dan institusi militer Malaysia.
Baca Juga: Gustavo Tocantins Dekati Rekor Marcelo Braga, PSS Sleman Makin Optimistis Promosi ke Super League
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan investigasi secara cepat dan transparan.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan penerbangan di Malaysia, setelah sebelumnya helikopter milik penjaga pantai mengalami kecelakaan pada Maret lalu, meski seluruh awak berhasil diselamatkan dalam peristiwa tersebut.