← Beranda
Pernyataan Donald Trump Tentang India sebagai ‘Neraka' Picu Kecaman Keras Pemerintah dan Publik India
Risma Azzah FatinSabtu, 25 April 2026 | 05.47 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara selama konferensi pers dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung Putih di Washington (Reuters)

JawaPos.com – Pemerintah India mengecam pernyataan yang dikaitkan dengan Donald Trump terkait penyebutan negara tersebut sebagai “neraka”.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Jum'at (24/4), Pernyataan itu dinilai tidak pantas dan menyinggung hubungan diplomatik kedua negara. Reaksi keras disampaikan oleh pejabat resmi sebagai bentuk penolakan terhadap narasi tersebut.

Kementerian Luar Negeri India menyatakan bahwa komentar tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan kenyataan. Juru bicara kementerian, Randhir Jaiswal, menegaskan bahwa pernyataan tersebut juga tidak sopan.

Jaiswal menambahkan bahwa hubungan India dan Amerika Serikat selama ini dibangun atas dasar saling menghormati.

Kontroversi ini bermula dari unggahan ulang yang dilakukan oleh Trump di platform media sosial miliknya. Pernyataan tersebut awalnya disampaikan oleh penyiar radio konservatif Michael Savage. Dalam komentarnya, Savage menyebut India sebagai salah satu “tempat mengerikan” di dunia.

Pemerintah India menilai bahwa penyebutan tersebut tidak dapat diterima dalam konteks hubungan internasional.

Pernyataan itu dianggap merusak citra negara dan berpotensi memicu kesalahpahaman publik. Oleh karena itu, India menyampaikan keberatan secara tegas terhadap komentar tersebut.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di New Delhi memberikan klarifikasi terkait isu tersebut. Pihak kedutaan menyebut bahwa Trump sebelumnya pernah menyatakan India sebagai negara hebat. Mereka juga menekankan adanya hubungan personal yang baik antara Trump dan pemimpin India.

Reaksi juga datang dari partai oposisi utama India, yaitu Partai Kongres India. Partai tersebut menyebut komentar tersebut sebagai penghinaan serius terhadap bangsa India. Mereka mendesak Narendra Modi untuk menyampaikan protes langsung kepada Trump.

Data pemerintah menunjukkan bahwa jutaan warga keturunan India tinggal di Amerika Serikat. Komunitas ini menjadi salah satu kelompok diaspora terbesar di negara tersebut. Oleh sebab itu, pernyataan kontroversial tersebut dinilai juga berdampak pada warga keturunan India di luar negeri.

Meskipun hubungan antara India dan Amerika Serikat sempat mengalami dinamika, kedua negara tetap menjalin kerja sama strategis.

Saat ini, keduanya sedang mengupayakan kesepakatan perdagangan baru. Namun, pernyataan kontroversial seperti ini berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap hubungan bilateral tersebut.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho