JawaPos.com-Seorang anak Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel dalam sebuah operasi militer di kota Nablus, wilayah utara Tepi Barat, pada Kamis (23/4) waktu setempat.
Insiden ini menambah daftar panjang korban sipil di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah pendudukan tersebut.
Media resmi Palestina, Palestine TV, melaporkan bahwa korban meninggal akibat tembakan langsung dari tentara Israel. Namun, laporan tersebut tidak merinci kronologi lengkap peristiwa yang menyebabkan kematian anak tersebut.
Berdasarkan informasi dari sumber lokal yang dikutip Anadolu, korban diketahui bernama Yousef Sameh Ashtayyeh, seorang anak yang berasal dari kota Tell, yang terletak di barat daya Nablus.
Operasi militer Israel dilaporkan dimulai sejak dini hari dengan menyerbu sejumlah wilayah di Nablus. Pasukan Israel juga melakukan penggerebekan terhadap sebuah bangunan di lingkungan Rafidia serta melakukan interogasi langsung terhadap warga setempat di lapangan.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa tembakan dilepaskan oleh pasukan Israel saat mereka mundur dari kota menuju kawasan Beit Wazan. Dalam insiden tersebut, seorang pemuda juga dilaporkan terluka setelah terkena peluru tajam.
Menurut keterangan tim medis, korban luka mengalami tembakan di bagian bahu dan saat ini dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.
Militer Israel sendiri secara rutin melakukan operasi penggerebekan di berbagai kota dan desa di Tepi Barat, dengan alasan memburu individu yang mereka sebut sebagai 'buronan'.
Sebagai informasi, sejak eskalasi konflik besar di Gaza pada Oktober 2023, kekerasan di wilayah Tepi Barat meningkat tajam. Data resmi Palestina mencatat sedikitnya 1.153 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di wilayah tersebut.
Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya terpusat di Gaza, tetapi juga meluas ke wilayah Tepi Barat, memperburuk kondisi kemanusiaan dan keamanan di kawasan tersebut. (*)