JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran akan diselesaikan dan semua orang akan senang. Hal ini diungkapkannya di tengah kebuntuan yang tampak dalam pembicaraan tersebut.
"Kami telah melakukan pekerjaan yang hebat, dan kami akan menyelesaikannya, dan semua orang akan senang," kata Trump dalam wawancara telepon dengan seorang penyiar radio konservatif seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (21/4).
Komentar tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Teheran menolak negosiasi dengan AS di bawah bayang-bayang ancaman.
Ghalibaf, yang telah memainkan peran kunci dalam pembicaraan tersebut, mengkritik keras Trump atas keputusannya untuk memberlakukan blokade di Selat Hormuz, yang menurut Teheran merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sudah rapuh.
Baca Juga: Donald Trump Ancam Blokade Iran Tak Akan Dicabut sampai Kesepakatan dengan Teheran Tercapai
Ketua parlemen mengatakan di platform media sosial X bahwa Trump telah berupaya menggunakan ancaman tersebut untuk mengubah pembicaraan menjadi meja penyerahan diri atau untuk membenarkan peningkatan provokasi perang.
Dia mengatakan Iran telah menyiapkan opsi militer baru jika gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan berakhir minggu ini.
Ketika ditanya tentang penolakan Iran terhadap perundingan, Trump mengatakan Iran akan bernegosiasi, dan jika tidak, Iran akan menghadapi masalah yang belum pernah dilihat sebelumnya.
"Dan mudah-mudahan mereka akan membuat kesepakatan yang adil, dan mereka akan membangun kembali negara mereka, tetapi ketika mereka melakukannya, mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," katanya.
Trump mengumumkan pada Minggu (19/4) bahwa perwakilan AS akan terbang ke Islamabad untuk bernegosiasi, meskipun Teheran belum secara resmi mengkonfirmasi partisipasinya dan menuntut pencabutan blokade.
Komentar tersebut muncul ketika AS telah mempertahankan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sejak pekan lalu. Teheran menggambarkan blokade tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Trump juga memperingatkan bahwa AS akan menargetkan infrastruktur Iran jika Teheran gagal menerima persyaratan AS untuk mengakhiri konflik, menambah keresahan pasar karena gencatan senjata akan berakhir Selasa malam waktu Washington.
Baca Juga: Imigrasi Soekarno-Hatta Tunda Keberangkatan 13 Calon Jemaah Haji Secara Ilegal
Kekhawatiran terkait pelayaran meningkat setelah Iran, yang pada Jumat (17/4) menyatakan bahwa Selat Hormuz telah dibuka kembali untuk lalu lintas maritim, mengubah haluan pada Sabtu (18/4) dan kembali membatasi pergerakan kapal melalui jalur air strategis tersebut, dengan media pemerintah mengatakan AS belum memenuhi kewajibannya.
Pakistan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi langsung pertama antara AS dan Iran di Islamabad pada tanggal 11-12 April, kontak pertama sejak kedua negara memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 1979, tetapi pembicaraan berakhir tanpa terobosan.