← Beranda
Kronologi Penembakan Brutal di Louisiana: Dari Dini Hari hingga Kejar-kejaran Polisi, 8 Anak Tewas Ditembak Ayahnya
Rian AlfiantoSenin, 20 April 2026 | 19.54 WIB
Polisi bekerja di luar lokasi penembakan massal, Minggu, 19 April 2026, di Shreveport, La. (AP Photo/Gerald Herbert)

JawaPos.com - Tragedi berdarah yang menewaskan delapan anak di Shreveport, Lousiana, Amerika Serikat (AS) berlangsung dalam rangkaian peristiwa cepat dan mencekam sejak Minggu (19/4) dini hari. 

Melansir AP News, pihak kepolisian mengungkap kronologi kejadian yang kini disebut sebagai salah satu penembakan massal paling mematikan di Amerika Serikat dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Awal Kejadian: Serangan Pertama Sebelum Fajar

Menurut keterangan Shreveport Police Department, insiden dimulai sebelum matahari terbit di sebuah kawasan permukiman di selatan kota.

Baca Juga: Penyesalan Ibu Muda di Mojokerto yang Maki-Maki dan Toyor Kepala Anak Pengemudi Lain: Saya Khilaf

Pelaku, Shamar Elkins (31), pertama kali mendatangi sebuah rumah dan menembak seorang wanita hingga mengalami luka kritis. Wanita tersebut diketahui memiliki hubungan dekat dengan pelaku.

Berlanjut ke Lokasi Kedua: Aksi Paling Mematikan

Setelah serangan awal, pelaku kemudian berpindah ke rumah lain yang berada tidak jauh dari lokasi pertama. Di tempat inilah tragedi mencapai puncaknya.

Di dalam rumah tersebut, tujuh anak ditemukan tewas akibat tembakan. Usia para korban berkisar antara 3 hingga 11 tahun. Mereka diketahui berada di lokasi yang sama saat serangan terjadi.

Satu anak lainnya ditemukan meninggal di atas atap rumah. Polisi menduga korban berusaha melarikan diri dari amukan pelaku.

Upaya Melarikan Diri: Anak Lompat dari Atap

Dalam situasi penuh kepanikan, beberapa anak mencoba menyelamatkan diri. Seorang anak dilaporkan melompat dari atap rumah dan berhasil selamat. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan diperkirakan akan pulih.

Selain anak-anak, dua perempuan dewasa juga menjadi korban tembakan, termasuk istri pelaku. Keduanya mengalami luka kritis dan masih menjalani perawatan intensif.

Pengejaran Polisi Berujung Tewasnya Pelaku

Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri. Aparat kepolisian segera melakukan pengejaran yang berakhir dengan konfrontasi.

Dalam upaya menghentikan pelaku, polisi melepaskan tembakan yang menyebabkan 
Shamar Elkins tewas di tempat.

Meski motif pasti masih dalam penyelidikan, pihak kepolisian meyakini bahwa insiden ini merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa pelaku dan istrinya tengah dalam proses perpisahan dan dijadwalkan menjalani sidang pengadilan sehari setelah kejadian. 

Pertengkaran terkait perpisahan diduga menjadi pemicu tragedi tersebut.

Kepala Polisi Shreveport, Wayne Smith, mengaku terpukul atas kejadian ini.
“Saya tidak tahu harus berkata apa. Sulit membayangkan bagaimana peristiwa seperti ini bisa terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, anggota legislatif Louisiana, Tammy Phelps, menyoroti upaya anak-anak yang mencoba melarikan diri saat kejadian berlangsung.

“Saya tidak bisa membayangkan apa yang dihadapi petugas pertama saat tiba di lokasi,” katanya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah