JawaPos.com – Ketegangan antara Paus Leo XIV dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memanas menyusul saling serang pernyataan terkait perang dan kebijakan global.
Dalam kunjungannya ke Kamerun, Paus Leo XIV melontarkan kritik keras terhadap para pemimpin dunia yang menggelontorkan miliaran dolar untuk konflik bersenjata. Ia menyebut dunia saat ini “dirusak oleh segelintir tiran” serta mengecam pihak yang memanipulasi nama Tuhan demi kepentingan politik.
“Para pemimpin menutup mata terhadap fakta bahwa miliaran dolar dihabiskan untuk pembunuhan dan kehancuran, sementara sumber daya untuk penyembuhan, pendidikan, dan pemulihan tidak tersedia,” ujarnya, seperti dilaporkan BBC.
Paus Leo juga menyinggung ancaman Trump terkait perang Iran, termasuk pernyataan bahwa peradaban bisa hancur jika Iran tidak memenuhi tuntutan Washington.
Ketegangan makin meningkat setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menuai kontroversi atas doa yang menyiratkan kekerasan tanpa belas kasihan. Dalam misa Minggu Palma di St Peter's Square, Paus menyebut konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat sebagai “kekejaman”.
Di sisi lain, Trump kembali melontarkan serangan melalui media sosial. Ia menyebut Paus “lemah dalam menghadapi kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri”. Trump juga menegaskan Iran tetap menjadi ancaman global, terutama terkait potensi kepemilikan senjata nuklir.
“Paus boleh mengatakan apa yang dia inginkan, tetapi saya bisa tidak setuju,” kata Trump di Gedung Putih.