← Beranda
Memanas! Iran Dilaporkan Kembali Menutup Selat Hormuz Gara-gara Kelakuan AS
Rian AlfiantoMinggu, 19 April 2026 | 06.33 WIB
Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah jalur vital tersebut sempat dibuka. (UN News)

JawaPos.com - Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah jalur vital tersebut sempat dibuka. Langkah ini disebut sebagai respons langsung Teheran terhadap blokade berkelanjutan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Militer Iran pada Sabtu (18/4) menyatakan bahwa kendali atas jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global itu telah 'kembali ke kondisi sebelumnya'.

Mengutip Al-Jazeera, sejumlah laporan juga menyebutkan kapal cepat Iran melepaskan tembakan ke arah kapal dagang yang mencoba melintas.

Penutupan ini terjadi tak lama setelah lebih dari selusin kapal komersial sempat melintasi Hormuz, menyusul kesepakatan gencatan senjata 10 hari yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataan resminya menyebut blokade AS sebagai tindakan pembajakan dan pencurian maritim. Mereka menegaskan bahwa kendali Selat Hormuz kini berada di bawah pengawasan dan kontrol ketat angkatan bersenjata.

“Selama Amerika Serikat tidak memulihkan kebebasan penuh navigasi bagi kapal-kapal yang berangkat dari Iran menuju tujuan mereka dan kembali, maka status Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat dan berada dalam kondisi sebelumnya,” demikian pernyataan tersebut.

Data hingga sebelum siang hari, menunjukkan setidaknya delapan kapal tanker minyak dan gas berhasil melintasi selat tersebut. Namun, jumlah yang hampir sama dilaporkan memilih berbalik arah saat mencoba keluar dari Teluk, menurut laporan AFP.

Situasi yang berubah-ubah ini memicu keraguan terhadap optimisme Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya, yang menyebut kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran sudah 'sangat dekat'.

Trump sebelumnya menyambut pembukaan kembali Selat Hormuz pada Jumat (17/4) namun juga memperingatkan bahwa serangan AS bisa kembali dilanjutkan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan, termasuk terkait program nuklirnya.

“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One terkait gencatan senjata sementara. “Jadi akan ada blokade, dan sayangnya kami harus mulai menjatuhkan bom lagi.”

Saat ditanya kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam waktu singkat, Trump menjawab, “Saya pikir itu akan terjadi.”

Di sisi lain, Iran menyatakan belum ada jadwal baru untuk putaran negosiasi damai, sembari menuding AS telah mengkhianati jalur diplomasi dalam setiap perundingan.

Ketidakpastian terkait status Selat Hormuz kini membuat banyak kapal enggan melintas. Pakar pelayaran dari Texas A&M University, John-Paul Rodrigue, mengatakan situasi di lapangan masih membingungkan.

“Kapal-kapal memang mencoba melintas sejak pengumuman itu, tetapi banyak yang akhirnya berbalik arah karena situasinya tidak jelas,” ujarnya. “Ada informasi yang saling bertentangan dari semua pihak," lanjutnya.

Sementara itu, laporan dari Teheran menyebut ketidakpastian menjadi faktor utama dalam perkembangan situasi saat ini.

“Iran menginginkan akhir menyeluruh dari konflik di kawasan, jaminan keamanan, pencabutan sanksi, pembukaan aset yang dibekukan, hingga normalisasi hubungan regional, ditambah isu program nuklir dan stok uranium yang diperkaya tinggi,” ujar koresponden Al Jazeera, Tohid Asadi.

EDITOR: Estu Suryowati