JawaPos.com - Gencatan senjata antara Lebanon dan Israel menuai respos positif global. Tidak terkecuali dari Indonesia.
Secara khusus, Indonesia mengharapkan gencatan senjata tersebut dapat berkembang menjadi kesepakatan perdamaian yang permanen.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, Indonesia terus mengikuti secara saksama perkembangan perundingan antara Lebanon dan Israel.
“Indonesia mengharapkan agar perundingan tersebut dapat menghasilkan gencatan senjata permanen,” kata Nabyl, sebagaimana dilansir dari Antara, Sabtu (18/4).
Baca Juga: Tiongkok Desak Israel-Lebanon Tahan Diri dan Bertanggung Jawab Atas Kesepakatan Gencatan Senjata
Ia mengatakan bahwa Indonesia mengharapkan adanya langkah konkret dan segera untuk menindaklanjuti gencatan senjata tersebut.
Tujuannya adalah untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut dan memburuknya situasi kemanusiaan di Lebanon.
Indonesia turut mendesak kedua belah pihak agar menjunjung tinggi hukum internasional. Termasuk hukum humaniter internasional, serta perlindungan terhadap warga sipil.
“Indonesia menegaskan bahwa semua pihak harus menahan diri secara maksimal dan menghormati kedaulatan negara,” lanjut Nabyl.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati 10 hari gencatan senjata.
Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Bawa Efek Iran Iran Buka Selat Hormuz, tapi Konflik Belum Usai
Kesepakatan gencatan senjata itu berlaku efektif mulai Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 02.00 WIB.
Kesepakatan gencatan senjata tercapai setelah delegasi Lebanon dan Israel, dengan mediasi AS, melaksanakan pembicaraan di Washington DC pada Selasa (14/4) waktu AS.
Merespons perkembangan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik segala upaya mencapai perdamaian.
Namun di sisi lain, ia juga mendesak Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata tersebut.
Sementara itu, wakil Hizbullah di parlemen Lebanon, Hassan Fadlallah, mengatakan bahwa gencatan senjata selama 10 hari dengan Israel hanyalah langkah awal menuju pembebasan penuh Lebanon dan tujuan utama gerakan Hizbullah.
Baca Juga: Warga Kembali ke Pinggiran Beirut usai Gencatan Senjata Lebanon-Israel Berlaku
Hizbullah mendukung gencatan senjata tersebut, tetapi pihaknya akan terus menuntut penghentian penuh permusuhan.
Juga penarikan total Israel dari wilayah Lebanon, kembalinya warga ke rumah mereka, pembebasan tahanan, serta upaya rekonstruksi.