← Beranda
Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz,  Bantah Klaim Donald Trump Sebelumnya soal 'Kesepakatan'
Rian AlfiantoSabtu, 18 April 2026 | 21.46 WIB
Satelit NASA menampilkan kondisi Selat Hormuz, jalur strategis energi global. (UN News)

 

JawaPos.com - Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) masih tinggi dengan yang terbaru, Teheran melontarkan ancaman untuk kembali menutup Selat Hormuz.

Hal tersebut bertolak belakang dengan klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut Teheran telah sepakat tidak akan lagi menggunakan jalur itu sebagai alat tekanan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa keputusan membuka Selat Hormuz tidak bersifat permanen dan sangat bergantung pada sikap Washington.

“Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka,” tulis Ghalibaf di X.

“Akses melalui jalur tersebut akan bergantung pada izin dari Iran," lanjut dia.

Baca Juga: Dapat Laporan 12 Korban Meninggal Dunia, Komnas HAM Turun Tangan Dalami Peristiwa di Kampung Kembru Papua

Pernyataan Ghalibaf sekaligus menjadi bantahan langsung terhadap narasi Trump yang menyebut Iran telah berkomitmen untuk tidak lagi menutup Selat Hormuz.
Bahkan, Ghalibaf menuding Trump menyampaikan berbagai klaim yang tidak akurat dalam waktu singkat.

Menurutnya, Donald Trump membuat tujuh klaim berbeda tentang perang dalam satu jam, dan semuanya tidak benar.

“Amerika Serikat tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini, dan itu juga tidak akan membantu mereka dalam negosiasi," tegasnya.

Ia merujuk pada pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang sebelumnya juga membantah sejumlah klaim Washington.

Salah satu poin yang dibantah keras adalah klaim bahwa Iran bersedia menyerahkan stok uranium yang diperkaya sebagai bagian dari kesepakatan.

Pihak Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan: “Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun dalam kondisi apa pun.”

Baca Juga: Peringati Hari Diabetes Nasional, Pendekatan Medicine-Centric Perlu Dievaluasi untuk Tingkatkan Kesembuhan 

Pernyataan ini menegaskan bahwa perbedaan mendasar antara kedua negara masih belum terselesaikan, terutama dalam isu nuklir yang menjadi inti konflik.

Sebelumnya, Teheran sempat membuka jalur tersebut untuk kapal komersial selama masa gencatan senjata, namun tetap menerapkan sistem 'rute terkoordinasi' sebagai bentuk kontrol.

Ancaman terbaru ini menunjukkan bahwa Iran masih siap menggunakan akses Hormuz sebagai leverage jika blokade AS terhadap pelabuhannya terus berlanjut.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan