← Beranda
Donald Trump Klaim Iran Janji Tak Akan Tutup Lagi Selat Hormuz, Teheran Belum Beri Konfirmasi
Rian AlfiantoSabtu, 18 April 2026 | 17.04 WIB
Presiden AS Donald Trump. (NewsWeek)

 

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial yang tampaknya akan mendapatkan bantahan lagi dari Iran. Terbaru, dia mengklaim bahwa Iran telah sepakat untuk tidak lagi menutup Selat Hormuz lagi jalur vital energi dunia yang selama ini kerap menjadi alat tekanan geopolitik.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social di tengah meredanya ketegangan kawasan.

“Iran telah setuju untuk tidak pernah menutup Selat Hormuz lagi. Ini tidak akan lagi digunakan sebagai senjata melawan dunia,” tulis Donald Trump.

Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait klaim Donald Trump tersebut.

Baca Juga: Besok Ada Kemala Run 2026 di Bali, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gianyar 

Sebelumnya, Iran memang mengumumkan pembukaan penuh Selat Hormuz untuk kapal komersial selama masa gencatan senjata yang berkaitan dengan konflik Israel-Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa akses dibuka, tetapi tetap berada di bawah pengawasan ketat.
“Semua kapal komersial diizinkan melintas, namun melalui rute terkoordinasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa meski jalur dibuka, Iran masih mempertahankan kontrol strategis atas salah satu choke point energi terpenting di dunia.

Klaim Donald Trump dinilai sebagai bagian dari upaya membangun narasi positif menjelang kemungkinan lanjutan negosiasi antara Washington dan Teheran.

Namun, tanpa pernyataan resmi dari Iran, klaim tersebut masih dianggap sepihak dan belum mencerminkan kesepakatan yang benar-benar disetujui kedua belah pihak.

Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Setiap gangguan di wilayah ini langsung berdampak pada harga energi global.

Pembukaan kembali jalur tersebut memberi sinyal positif bagi pasar. Namun, pernyataan Trump soal komitmen permanen Iran justru menambah lapisan baru dalam dinamika politik kawasan.

Baca Juga: Mikel Arteta Bidik Kemenangan di Stadion Etihad, Arsenal Tak Gentar Hadapi Manchester City dalam Laga Penentu Gelar Juara

Meski Donald Trump menyebut Iran tidak akan lagi menggunakan Hormuz sebagai 'senjata', fakta di lapangan menunjukkan Teheran masih mempertahankan kendali operasional melalui sistem rute terkoordinasi.

Hal ini mengindikasikan bahwa Iran belum sepenuhnya melepas leverage strategisnya, terutama di tengah tekanan militer dan ekonomi dari AS.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan