← Beranda
Donald Trump Ucapkan Terima Kasih ke Iran Usai Hormuz Dibuka, Sinyal Damai atau Taktik Tekanan Baru?
Rian AlfiantoSabtu, 18 April 2026 | 07.48 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Instagram @whitehouse)

 

JawaPos.com - Pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran memicu respons tak biasa dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya reda, Trump justru menyampaikan ucapan terima kasih secara terbuka kepada Teheran.

Langkah ini muncul setelah Iran dan AS sama-sama menyatakan bahwa jalur strategis tersebut kini “sepenuhnya terbuka” bagi lalu lintas kapal komersial selama masa gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, lebih dulu mengumumkan keputusan itu.

“Lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” tulis Araghchi di X, Jumat (17/4).

Tak lama berselang, Trump mengkonfirmasi hal serupa melalui media sosialnya.

“Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap untuk dilalui,” tulisnya, sebelum menambahkan satu kalimat mencolok: “THANK YOU!”

 

Terima Kasih, Tapi Tekanan Tetap Jalan

Meski memberi apresiasi, Trump menegaskan bahwa kebijakan keras Washington belum berubah. Blokade angkatan laut AS terhadap kapal dan pelabuhan Iran tetap diberlakukan.

“Blokade Angkatan Laut AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan kami dengan Iran 100 persen selesai,” tegas Trump sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Ia juga menyebut proses negosiasi bisa berlangsung cepat karena sebagian besar poin disebut sudah dibahas sebelumnya.

Pernyataan ini memperlihatkan pendekatan ganda: membuka ruang diplomasi, namun tetap mempertahankan tekanan militer sebagai alat tawar.

Di sisi lain, Iran tidak sepenuhnya melepas kendali atas Selat Hormuz. Araghchi menekankan bahwa kapal-kapal tetap harus mengikuti 'rute terkoordinasi' yang ditetapkan otoritas maritim Iran.

Pesan ini dinilai sebagai sinyal bahwa Teheran masih ingin mempertahankan pengaruh strategis di jalur energi global tersebut, bahkan saat memasuki fase negosiasi baru dengan AS.

Langkah itu juga menunjukkan bahwa pembukaan Hormuz bukan berarti Iran kehilangan posisi tawarnya.

Meski demikian, kesepakatan pembukaan Selat Hormuz menjadi bagian dari momentum baru menuju kemungkinan putaran kedua perundingan AS-Iran yang dimediasi Pakistan.

Gencatan senjata selama dua pekan dijadwalkan berakhir pada 22 April, namun Trump memberi sinyal terbuka untuk memperpanjangnya jika perkembangan tetap positif.

Baca Juga: Iran Ingin Perdamaian Permanen di Kawasan Timur Tengah, Bukan Hanya Gencatan Senjata

Sebelumnya, konflik yang pecah sejak 28 Februari akibat serangan udara AS-Israel membuat lalu lintas di Selat Hormuz, jalur yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan LNG dunia, hampir lumpuh total. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan