← Beranda
Gandeng Raksasa Otomotif, Trump Dorong Produksi Senjata Besar-Besaran di Tengah Perang Melawan Iran
Nanda Prayoga• Jumat, 17 April 2026 | 14.15 WIB
Donald Trump menyatakan lebih baik AS yang melakukan penarikan pungutan di Selat Hormuz. (AP/Manuel Balce Ceneta)

JawaPos.com - Pejabat senior pertahanan AS telah mengadakan pembicaraan tentang produksi senjata dan perlengkapan militer lainnya dengan para eksekutif puncak perusahaan termasuk General Motors dan Ford Motor.

Seperti dilansir dari Reuters, berdasarkan laporan Wall Street Journal pembicaraan awal ini dimulai sebelum perang di Iran. Hal ini terjadi ketika pemerintahan Trump menginginkan produsen mobil dan produsen Amerika lainnya untuk memainkan peran yang lebih besar dalam produksi senjata.

Para pejabat pertahanan mengatakan bahwa produsen Amerika mungkin dibutuhkan untuk mendukung kontraktor pertahanan tradisional dan bertanya apakah perusahaan-perusahaan tersebut dapat dengan cepat beralih ke pekerjaan pertahanan.

Baca Juga: Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim, Kejaksaan Bawa 2 Ransel Diduga Barang Bukti

GE Aerospace serta produsen kendaraan dan mesin Oshkosh termasuk di antara perusahaan yang terlibat dalam pembicaraan dengan para pejabat pertahanan.

Meski begitu, Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut. General Motors, Ford, GE Aerospace, dan Oshkosh tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sementara itu, seorang pejabat Pentagon mengatakan bahwa Departemen Pertahanan berkomitmen untuk memperluas basis industri pertahanan dengan cepat dengan memanfaatkan semua solusi dan teknologi komersial yang tersedia untuk memastikan para prajurit dapat mempertahankan keunggulan yang menentukan.

Trump sendiri telah bertemu dengan para eksekutif dari tujuh kontraktor pertahanan pada Maret ketika Pentagon berupaya mengisi kembali persediaan yang digunakan dalam serangan AS terhadap Iran dan operasi militer baru-baru ini lainnya.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022 dan operasi militer Israel di Gaza, AS telah mengurangi persediaan senjata senilai miliaran dolar, termasuk sistem artileri, amunisi, dan rudal anti-tank.

Bulan ini, Trump meminta peningkatan besar-besaran anggaran militer sebesar USD 500 miliar menjadi USD 1,5 triliun, di tengah perang AS melawan Iran.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah