← Beranda
Ikhtiar PM Pakistan Shehbaz Sharif: Lawatan Maraton dari Teluk hingga Turki Demi Damaikan AS-Iran
Rian Alfianto• Jumat, 17 April 2026 | 05.15 WIB
Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memulai langkah diplomasi intensif dengan melakukan lawatan empat hari ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Agenda ini menjadi bagian dari ikhtiar Islamabad untuk mendorong dimulainya kembali putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat buntu.

Melansir Al-Jazeera, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut kunjungan tersebut berlangsung dari Rabu hingga Sabtu. Pertemuan di Arab Saudi dan Qatar akan difokuskan pada hubungan bilateral, sementara di Turki, Sharif dijadwalkan bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan di sela forum diplomasi internasional.

Langkah ini dilakukan di tengah jeda konflik selama dua pekan, yang untuk sementara menghentikan serangan militer AS dan Israel terhadap Iran hingga 22 April.

Baca Juga: Tak Bisa Pertanggungjawabkan Uang Rp 21,4 M, Nany Widjaja Digugat Perusahaan Industrial Estate 

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengungkapkan bahwa Sharif telah memaparkan upayanya untuk memperkuat koordinasi dengan negara-negara mediator serta membuka jalan bagi negosiasi lanjutan.

Zardari juga mendorong pemerintah Pakistan untuk terus menjaga komunikasi aktif dengan Washington, Teheran, dan kekuatan global lainnya guna memastikan proses damai tetap berjalan.

Sinyal positif mulai terlihat. Dukungan terhadap inisiatif Pakistan muncul dari Presiden AS Donald Trump serta Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bahkan, Trump menyebut kemungkinan perundingan baru bisa segera digelar, dengan Islamabad menjadi salah satu lokasi potensial.

Meski demikian, jalan menuju kesepakatan masih terjal. Sebelumnya, pertemuan tatap muka selama 21 jam antara Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf berakhir tanpa hasil konkret.

Baca Juga: Hyundai Perkuat Layanan Purnajual, Perbaikan Menginap Dipinjami Mobil

Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa Washington dan Teheran telah sepakat melanjutkan dialog, meski lokasi dan waktu pertemuan belum ditentukan. Selain Islamabad, kota Jenewa disebut sebagai kandidat tuan rumah.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menilai peluang kelanjutan perundingan cukup besar. Namun ia mengingatkan bahwa konflik kompleks seperti ini tidak bisa diselesaikan dalam satu putaran negosiasi.

“Saya kira tidak realistis berharap masalah yang begitu kompleks dan berlangsung lama bisa selesai dalam satu sesi. Negosiasi harus terus berjalan, dan gencatan senjata perlu dipertahankan,” ujar Guterres.

Di lapangan, situasi masih rapuh. Selama masa gencatan senjata, militer AS tetap melakukan blokade laut terhadap Iran sebagai respons atas tekanan Teheran di Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga minyak global.

Meski begitu, banyak pihak menilai satu perkembangan penting telah terjadi: jalur komunikasi antara AS dan Iran kini kembali terbuka. Hal ini menjadi fondasi krusial bagi keberhasilan diplomasi yang tengah diupayakan Pakistan.

Sementara itu, komunikasi juga terus berlangsung di level regional. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menlu Turki Hakan Fidan dilaporkan telah membahas perkembangan negosiasi dalam percakapan telepon terbaru.

Baca Juga: Mauro Zijlstra Isyaratkan Bakal Segera Bermain Bersama Persija Jakarta

Dengan dinamika yang terus bergerak, lawatan Sharif ke kawasan Teluk hingga Turki menjadi ujian nyata bagi peran Pakistan sebagai mediator, sekaligus peluang untuk men
cegah konflik kembali memanas.

PM Pakistan Shehbaz Sharif lakukan diplomasi ke Teluk dan Turki demi dorong negosiasi damai AS-Iran di tengah gencatan senjata rapuh.

JawaPos.com - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memulai langkah diplomasi intensif dengan melakukan lawatan empat hari ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Agenda ini menjadi bagian dari ikhtiar Islamabad untuk mendorong dimulainya kembali putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat buntu.

Melansir Al-Jazeera, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut kunjungan tersebut berlangsung dari Rabu hingga Sabtu. Pertemuan di Arab Saudi dan Qatar akan difokuskan pada hubungan bilateral, sementara di Turki, Sharif dijadwalkan bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan di sela forum diplomasi internasional.

Baca Juga: Mayapada Hospital Berikan Solusi Pemulihan Sinusitis yang Lebih Cepat dan Nyaman

Langkah ini dilakukan di tengah jeda konflik selama dua pekan, yang untuk sementara menghentikan serangan militer AS dan Israel terhadap Iran hingga 22 April.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengungkapkan bahwa Sharif telah memaparkan upayanya untuk memperkuat koordinasi dengan negara-negara mediator serta membuka jalan bagi negosiasi lanjutan.

Zardari juga mendorong pemerintah Pakistan untuk terus menjaga komunikasi aktif dengan Washington, Teheran, dan kekuatan global lainnya guna memastikan proses damai tetap berjalan.

Sinyal positif mulai terlihat. Dukungan terhadap inisiatif Pakistan muncul dari Presiden AS Donald Trump serta Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bahkan, Trump menyebut kemungkinan perundingan baru bisa segera digelar, dengan Islamabad menjadi salah satu lokasi potensial.

Meski demikian, jalan menuju kesepakatan masih terjal. Sebelumnya, pertemuan tatap muka selama 21 jam antara Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf berakhir tanpa hasil konkret.

Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa Washington dan Teheran telah sepakat melanjutkan dialog, meski lokasi dan waktu pertemuan belum ditentukan. Selain Islamabad, kota Jenewa disebut sebagai kandidat tuan rumah.

Baca Juga: Lewat Operasi Senyap, Polda Jambi Tangkap Buron Kasus Narkoba dengan Barang Bukti 58 Kilogram Sabu di Tanjung Jabung

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menilai peluang kelanjutan perundingan cukup besar. Namun ia mengingatkan bahwa konflik kompleks seperti ini tidak bisa diselesaikan dalam satu putaran negosiasi.

“Saya kira tidak realistis berharap masalah yang begitu kompleks dan berlangsung lama bisa selesai dalam satu sesi. Negosiasi harus terus berjalan, dan gencatan senjata perlu dipertahankan,” ujar Guterres.

Di lapangan, situasi masih rapuh. Selama masa gencatan senjata, militer AS tetap melakukan blokade laut terhadap Iran sebagai respons atas tekanan Teheran di Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga minyak global.

Meski begitu, banyak pihak menilai satu perkembangan penting telah terjadi: jalur komunikasi antara AS dan Iran kini kembali terbuka. Hal ini menjadi fondasi krusial bagi keberhasilan diplomasi yang tengah diupayakan Pakistan.

Baca Juga: Pameran Buku Big Bad Wolf Books Sapa Jakarta, Digelar 29 April hingga 3 Mei 2026

Sementara itu, komunikasi juga terus berlangsung di level regional. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menlu Turki Hakan Fidan dilaporkan telah membahas perkembangan negosiasi dalam percakapan telepon terbaru.

Dengan dinamika yang terus bergerak, lawatan Sharif ke kawasan Teluk hingga Turki menjadi ujian nyata bagi peran Pakistan sebagai mediator, sekaligus peluang untuk mencegah konflik kembali memanas.

EDITOR: Bintang Pradewo