← Beranda
Kian Memanas, Pasukan Israel Diperintahkan Bersiap Melawan Iran Jika Perang Berlanjut
Nanda PrayogaSenin, 13 April 2026 | 02.51 WIB
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di Beirut dan pinggiran selatannya (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Panglima Angkatan Darat Israel memerintahkan pasukan untuk bersiap menghadapi kemungkinan berlanjutnya perang terhadap Iran. Hal ini dilakukan setelah ditemukannya jalan buntu pada negosiasi AS dengan Iran di Islamabad, Pakistan.

Seperti dilansir dari Al Jazeera, Minggu (12/4), menurut media Israel yang mengutip sumber militer, kepala militer Israel telah memerintahkan pasukan untuk bersiap menghadapi kemungkinan dimulainya kembali perang melawan Iran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya sedang mempersiapkan kapal perang dengan senjata terbaik yang pernah dibuat saat delegasi AS menuju Pakistan untuk berunding dengan Iran. Hal ini sekaligus memperingatkan bahwa kekuatan militer dapat digunakan jika tidak tercapai kesepakatan.

Baca Juga: Pramono Anung Beri Izin Parpol Ajukan Hak Penamaan Halte hingga Stasiun di Jakarta

“Kita sedang melakukan pengaturan ulang. Kita sedang mempersiapkan kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat,” kata Trump seperti dikutip dari Anadolu dalam wawancara dengan New York Post.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa senjata-senjata tersebut bahkan lebih baik daripada yang dimiliki AS sebelumnya. “Dan jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan menggunakannya, dan kita akan menggunakannya dengan sangat efektif,” katanya.

Ketika ditanya apakah ia berpikir perundingan akan berhasil, Trump mengungkap bahwa pihaknya akan mengetahuinya dalam waktu sekitar 24 jam.

Pernyataan Trump disampaikan beberapa jam setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington akan bertemu dengan pihak Iran dengan tangan terbuka dan mengharapkan negosiasi akan positif, saat ia berangkat dari Washington menuju Pakistan.

Vance didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, yang telah terlibat dalam putaran pembicaraan tidak langsung sebelumnya dengan para pejabat Iran sebelum AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah