← Beranda
Pakistan Desak AS-Iran Tetap Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan Islamabad Gagal
Rian AlfiantoMinggu, 12 April 2026 | 23.00 WIB
Ilustrasi perundingan antara Iran dengan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Pakistan. (Gemini AI)

 

JawaPos.com - Kegagalan perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad tak membuat Pakistan menyerah. Islamabad justru mendesak kedua pihak untuk tetap memegang komitmen gencatan senjata yang rapuh demi mencegah eskalasi konflik lebih luas di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengkonfirmasi bahwa pembicaraan yang sangat dinantikan itu berakhir tanpa kesepakatan resmi. Namun ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas yang sudah mulai terbentuk.

"Saya berharap kedua belah pihak akan terus dengan semangat positif untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran yang tahan lama di seluruh wilayah dan sekitarnya," ujar Dar dalam konferensi pers di Islamabad.

Ia juga menggarisbawahi bahwa kedua negara harus tetap berkomitmen pada gencatan senjata dua pekan yang telah disepakati sebelumnya.

Baca Juga: Thomas Ramdhan Sebut Tanggal 25 April Terakhir Bareng Gigi, Netizen Tak Percaya karena Komentar Andre Taulany

Dar menegaskan pentingnya pihak-pihak untuk terus menegakkan komitmen mereka terhadap gencatan senjata dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan kedua pihak terhadap peran mediasi Pakistan.

Mengutip Yeni Safak, meski negosiasi menemui jalan buntu, Pakistan memastikan upaya diplomasi belum berhenti. Dar menyebut proses mediasi berlangsung intens selama hampir 24 jam, melibatkan sejumlah pejabat tinggi militer.

Ia bersama Panglima Angkatan Bersenjata, Syed Asim Munir, memfasilitasi beberapa putaran diskusi yang disebut 'negosiasi yang intens dan konstruktif'.

Dar mengungkapkan bahwa pembicaraan berlangsung dalam beberapa putaran dan berjalan intens sepanjang 21–24 jam sebelum akhirnya berakhir pada pagi hari.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, perundingan ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin delegasi Washington, sementara Iran diwakili Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf.

Tak lama setelah menyatakan negosiasi gagal, Vance meninggalkan Islamabad. Ia sebelumnya menegaskan bahwa belum ada titik temu, khususnya terkait komitmen Iran terhadap isu nuklir.

Di tengah kebuntuan diplomasi, gencatan senjata dua pekan kini menjadi satu-satunya penahan eskalasi konflik. Pakistan khawatir kegagalan menjaga komitmen ini dapat memperburuk situasi keamanan regional sekaligus mengguncang stabilitas global.

Dengan kedua pihak masih bersikeras pada posisi masing-masing, peran mediator seperti Pakistan dinilai krusial untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.
Islamabad pun berharap, meski kesepakatan belum tercapai, semangat dialog tetap terjaga demi membuka peluang perdamaian yang lebih permanen di masa mendatang.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan