← Beranda
Israel Gempur Lebanon Jelang Negosiasi Washington, Tolak Libatkan Hizbullah dalam Gencatan Senjata
Rian AlfiantoMinggu, 12 April 2026 | 05.41 WIB
Ilustrasi kerusakan pemukiman sipil akibat serangan Israel ke Lebanon. (Al-Jazeera).

JawaPos.com - Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat meski jalur diplomasi mulai dibuka. Menjelang pertemuan penting di Washington, Israel menegaskan tidak akan membahas gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah.

Pernyataan ini muncul saat militer Israel kembali melancarkan serangan mematikan di wilayah selatan Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 10 orang tewas, termasuk tiga petugas darurat, dalam serangan terbaru pada Sabtu.

Media pemerintah menyebut serangan udara menghantam lebih dari selusin lokasi, termasuk kawasan permukiman di distrik Nabatieh.

Salah satu serangan bahkan menghancurkan bangunan tempat tinggal, memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung. Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, memastikan bahwa negaranya siap memulai negosiasi formal dengan Lebanon.

Namun, ia menegaskan garis tegas, Israel menolak membahas gencatan senjata dengan Hizbullah yang dianggap sebagai 'hambatan utama perdamaian.'

Mengutip Al-Jazeera, dari pihak Lebanon, respons terhadap rencana negosiasi tidak sepenuhnya solid. Politisi yang berafiliasi dengan Hizbullah, Hassan Fadlallah, menolak keras rencana dialog langsung dengan Israel.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran konstitusi dan berpotensi memperdalam perpecahan internal di Lebanon.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, pertemuan antara delegasi Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung di Washington pekan depan, setelah komunikasi awal dilakukan pada Jumat malam.

Namun, banyak pihak meragukan efektivitas pembicaraan jika serangan masih terus berlangsung.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, bahkan menunda kunjungannya ke AS demi fokus pada keamanan dalam negeri.

Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan juga telah meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengurangi serangan agar tidak mengganggu gencatan senjata dengan Iran.

Namun di sisi lain, Iran menegaskan bahwa tidak akan ada negosiasi jika serangan ke Lebanon tidak dihentikan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, bahkan menyebut penghentian serangan di Lebanon sebagai syarat utama sebelum pembicaraan dimulai.

Sebagai informasi, sejak konflik meningkat, hampir 2.000 orang dilaporkan tewas di Lebanon, dengan ratusan korban dalam satu hari serangan besar sebelumnya.

Pertempuran antara Israel dan Hizbullah juga terus berlanjut, dengan saling serang roket di perbatasan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra