JawaPos.com - Secercah harapan muncul di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Israel dan Lebanon sepakat untuk bertemu langsung di Washington guna membahas gencatan senjata dan membuka jalan menuju negosiasi damai.
Kesepakatan ini tercapai setelah komunikasi pertama antara perwakilan kedua negara, yang difasilitasi Amerika Serikat.
Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (14/4) pekan depan di Washington ini akan menjadi momen penting, mengingat dialog langsung antara Israel dan Lebanon sangat jarang terjadi.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyatakan bahwa pembicaraan hanya dapat berlangsung jika ada gencatan senjata terlebih dahulu.
Baca Juga: 73 Negara dan Observer PBB Dukung Inisiasi Indonesia Soal Perlindungan Pasukan UNIFIL di Lebanon
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengkonfirmasi bahwa ia telah mengizinkan pembukaan negosiasi langsung setelah adanya 'permintaan berulang' dari pemerintah Lebanon.
Namun, Israel menegaskan tidak akan membahas gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah.
Serangan Masih Berlangsung, Korban Bertambah
Di tengah rencana dialog, situasi di lapangan tetap memanas. Serangan udara Israel di Lebanon masih terus berlanjut.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan besar pada Rabu telah meningkat menjadi 357 orang, dengan lebih dari 1.200 lainnya luka-luka.
Jumlah tersebut diperkirakan belum final karena proses evakuasi masih berlangsung dan banyak korban belum teridentifikasi.
Baca Juga: Israel Janji Bahas Gencatan Senjata dengan Lebanon, Tapi Serangan Terus Berlanjut
Militer Israel mengklaim telah menewaskan sedikitnya 180 anggota Hizbullah dalam serangan tersebut.
Di sisi lain, Hizbullah juga terus meluncurkan roket ke wilayah Israel sebagai balasan, termasuk ke kota-kota di perbatasan utara dan bahkan hingga wilayah selatan seperti Ashdod, yang menjadi salah satu target terjauh dalam konflik kali ini.
Kelompok itu menyatakan serangan mereka sebagai respons atas 'pelanggaran' terhadap gencatan senjata yang diklaim mencakup Lebanon.
Sebagaimana diketahui, perdebatan mengenai apakah Lebanon termasuk dalam gencatan senjata antara AS dan Iran masih menjadi isu utama.
Iran dan Pakistan menyatakan Lebanon termasuk dalam kesepakatan, sementara Amerika Serikat, melalui Wakil Presiden JD Vance, menegaskan bahwa hal tersebut tidak pernah dijanjikan.
Baca Juga: Serangan Israel ke Lebanon Picu Krisis Baru, Gencatan Senjata AS-Iran di Ambang Gagal
Presiden AS, Donald Trump, juga menegaskan bahwa tidak ada gencatan senjata di Lebanon.