JawaPos.com - Pemerintah Iran menegaskan tidak akan meninggalkan Lebanon sendirian di tengah gempuran militer Israel, sekaligus memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut dapat menggagalkan upaya gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan pernyataan tegas tersebut melalui unggahan di media sosial pada Kamis (9/4).
“Republik Islam Iran tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara kami di Lebanon,” tulisnya.
Pezeshkian menyebut serangan terbaru Israel ke Lebanon sebagai pelanggaran nyata terhadap kerangka awal gencatan senjata yang tengah dibangun bersama Washington.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Ada Pengusaha Tambang Ilegal Beroperasi 8 Tahun, Perintahkan Tindak Tegas!
Ia menilai tindakan tersebut sebagai sinyal berbahaya yang menunjukkan kurangnya komitmen terhadap jalur diplomasi. Serangan itu disebut sebagai 'tanda penipuan yang berbahaya dan kurangnya komitmen terhadap potensi kesepakatan'.
Menurutnya, jika agresi terus berlanjut, maka proses negosiasi akan menjadi tidak berarti dan berisiko runtuh.
Iran juga berulang kali menegaskan bahwa Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata, termasuk penghentian serangan terhadap kelompok perlawanan seperti Hizbullah.
Pandangan ini berbeda dengan sikap Israel dan Amerika Serikat yang menyebut Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyetujui proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi, yang di dalamnya mencakup penghentian agresi di berbagai front.
Sebagai informasi, monflik ini bermula dari serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat militer dan warga sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke posisi Israel dan pangkalan militer AS di kawasan, dengan mengacu pada hak membela diri sesuai Piagam PBB.
Ancaman terhadap Diplomasi
Pezeshkian menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan, terutama di Lebanon, dapat merusak seluruh upaya diplomasi yang sedang berlangsung, termasuk negosiasi yang dimediasi Pakistan.
Baca Juga: Hari Pertama WFH: ASN di Surabaya Wajib Absen 3 Kali, Mangkir Bisa Dipecat
Ia juga menyebut pihaknya telah menyampaikan pelanggaran Israel tersebut kepada mediator internasional.
Dengan Iran menegaskan komitmennya untuk mendukung Lebanon, konflik berpotensi meluas jika serangan terus berlanjut. Pernyataan ini juga menjadi sinyal bahwa Teheran siap meningkatkan respons jika sekutunya terus diserang.