JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah menyetujui negaranya untuk berunding dengan Amerika Serikat, dan menerima ajakan gencatan senjata.
“Kebijakan terkait gencatan senjata dan perundingan diadopsi secara bulat oleh lembaga-lembaga utama pemerintah dan disetujui oleh Pemimpin Tertinggi Iran setelah Amerika Serikat menerima ketentuan umum serta kerangka yang diajukan oleh Iran,” demikian pernyataan presiden yang dikutip melalui kantornya, Kamis (9/4) waktu Iran sebagaimana dilansir dari Antara.
Pernyataan itu sejalan dengan Presiden AS Donald Trump yang pada Selasa (7/4) malam mengumumkan bahwa pihaknya telah menyepakati gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran.
Dalam pengumuman itu, ia juga menyatakan bahwa Iran juga sepakat membuka kembali Selat Hormuz.
Baca Juga: Rusia Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Desak Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku Regional
Terkait gencatan senjata itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa Teheran akan memulai perundingan dengan AS pada hari ini, Jumat (10/4) di ibu kota Pakistan, Islamabad.
Hanya saja, kesepakatan gencatan senjata itu terganggu oleh Israel, yang pada Rabu (8/4) menyerang puluhan permukiman di Lebanon selatan, termasuk di kota utama Tyre.
Trump menyebut penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena faktor kelompok Hizbullah.
Namun, Iran menilai hal tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah disepakati antara AS dan Iran.
Baca Juga: Trump Minta Iran Setop Tarik Pungutan di Selat Hormuz