JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Kamis (9/4), Keputusan tersebut diambil setelah Iran menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional.
Pengumuman ini disampaikan melalui platform media sosial miliknya pada Selasa malam.
Trump menyatakan bahwa penangguhan serangan dilakukan menjelang batas waktu operasi militer yang sebelumnya direncanakan.
Trump mengungkapkan bahwa pemboman terhadap Iran dibatalkan kurang dari dua jam sebelum pelaksanaan. Keputusan tersebut diambil setelah adanya komunikasi intensif dengan pihak internasional.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut peran penting Pakistan dalam memediasi kesepakatan sementara tersebut.
Trump diketahui telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan pejabat militer setempat untuk meredakan ketegangan. Kesepakatan itu disertai syarat utama berupa pembukaan jalur aman di Selat Hormuz.
Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengonfirmasi adanya kesepakatan tersebut. Iran menyatakan bahwa jalur pelayaran akan dibuka secara terbatas dengan koordinasi angkatan bersenjata.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meredakan konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan.
Selama masa gencatan senjata, kedua pihak akan melanjutkan proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan jangka panjang.
Trump menyatakan optimisme bahwa sebagian besar poin perselisihan telah menemukan titik temu. Ia juga mengklaim bahwa kesepakatan ini menjadi langkah awal menuju stabilitas kawasan Timur Tengah.
Ketegangan sebelumnya meningkat setelah ancaman serangan besar-besaran terhadap Iran. Trump bahkan sempat menyatakan bahwa konflik tersebut dapat berdampak luas terhadap stabilitas global.
Namun, keputusan penundaan serangan dinilai sebagai langkah untuk menghindari eskalasi yang lebih besar.
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi faktor kunci dalam kesepakatan tersebut. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia yang sangat strategis.
Dengan adanya gencatan senjata selama dua minggu, diharapkan situasi keamanan regional dapat kembali stabil sambil menunggu hasil negosiasi lanjutan.