← Beranda
Iran Tegaskan Selat Hormuz Dibuka Jika Kerugian Perang Dibayar
Antara• Senin, 6 April 2026 | 21.30 WIB
Selat Hormuz tak kunjung dibuka, Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit energi dan jembatan di Iran. (Freepik)

 

JawaPos.com - Selat Hormuz hingga saat ini masih ditutup oleh Iran. Menurut Kantor Presiden Iran, pihaknya hanya akan dibuka kembali untuk pelayaran jika pendapatan transit digunakan untuk mengganti kerugian akibat perang.

“Selat Hormuz akan dibuka kembali hanya jika sebagian pendapatan transit digunakan untuk mengompensasi seluruh kerusakan akibat perang yang dipaksakan,” kata Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabai, dalam pernyataan di platform media sosial X, dilansir dari Antara, Senin (6/3).

Tabatabai juga mengkritik tajam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dengan mengatakan Trump “melontarkan hinaan dan pernyataan tidak masuk akal karena putus asa dan marah,” serta menuduhnya “memulai perang skala penuh di kawasan dan tetap membanggakannya.”

Kawasan itu berada dalam kondisi siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ali Khamenei.

Baca Juga: Masuki Tahap Perdamaian, AS-Iran Bahas Gencatan Senjata 45 Hari dalam Dua Tahap

Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebagai bentuk pertahanan diri.

Iran kemudian juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.

EDITOR: Kuswandi