JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pilot kedua dari jet tempur F-15 yang ditembak jatuh di Iran telah berhasil ditemukan dan diselamatkan. Pernyataan ini muncul di tengah klaim tandingan dari Iran yang menyebut justru ada pesawat AS lain yang ditembak jatuh saat operasi penyelamatan berlangsung.
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut misi penyelamatan tersebut sebagai operasi berisiko tinggi yang berhasil dilakukan di wilayah musuh.
“Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan berbahaya Iran, diburu oleh musuh kami. Ia mengalami luka, tetapi akan baik-baik saja,” tulis Trump, Minggu (5/4).
Baca Juga: Pasukan Israel Diduga Hancurkan 17 Kamera CCTV UNIFIL di Lebanon Selatan dalam 24 Jam
Menurut Trump, pilot yang berpangkat kolonel tersebut merupakan bagian dari dua awak jet tempur yang sebelumnya dilaporkan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Iran. Ia juga mengungkapkan bahwa satu awak lainnya telah lebih dulu diselamatkan sehari sebelumnya, namun tidak diumumkan demi menjaga keamanan operasi lanjutan.
Keberhasilan evakuasi ini disebut menjadi momen penting bagi Gedung Putih di tengah perang yang telah memasuki minggu keenam.
Sebelumnya, pejabat AS mengkonfirmasi adanya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), setelah jet tempur AS jatuh di wilayah Iran. Operasi tersebut melibatkan puluhan pesawat militer dan pasukan khusus, serta berlangsung di wilayah yang disebut sangat berbahaya.
Laporan lapangan menyebut pilot sempat bertahan selama sekitar dua hari sambil menghindari kejaran pasukan Iran sebelum akhirnya berhasil dijangkau.
Baca Juga: Wajah Baru, Misi Besar! Timnas Futsal Indonesia Siap Kejutkan ASEAN Futsal Championship 2026
Menurut laporan jurnalis Al-Jazeera di Washington, operasi penyelamatan sempat diwarnai baku tembak antara pasukan AS dan Iran.
“Terjadi baku tembak di siang hari dan berlangsung selama berjam-jam,” ujar laporan tersebut, menggambarkan intensitas operasi yang tidak biasa karena umumnya misi seperti ini dilakukan secara cepat dan dalam gelap.
Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh pesawat militer AS lain yang terlibat dalam operasi pencarian di Provinsi Isfahan.
Menurut kantor berita Fars, pesawat tersebut merupakan jenis C-130 Hercules dan dihancurkan oleh unit komando polisi Iran.
Media Iran bahkan menyebut klaim Trump sebagai 'upaya putus asa untuk menutupi kekalahan besar', sembari merilis foto asap tebal yang disebut berasal dari lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Namun, klaim ini juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait keberhasilan penyelamatan pilot yang diklaim Trump. Di sisi lain, laporan dari Teheran menyebut serangan udara terus terjadi di sekitar lokasi jatuhnya jet tempur dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, dalam insiden terpisah, pesawat tempur A-10 Warthog dilaporkan jatuh di Kuwait setelah terkena serangan, dengan pilot berhasil melontarkan diri. Kondisi awak pesawat tersebut belum diketahui secara pasti.