← Beranda
Dipaksa Mundur Mendadak, Jenderal Tertinggi Angkatan Darat AS Pensiun Lebih Cepat
Rian Alfianto• Jumat, 3 April 2026 | 18.15 WIB
Ilustrasi Randy George mundur mendadak dari posisi Kepala Staf Angkatan Darat AS. (i24NEWS).

 

JawaPos.com - Keputusan mengejutkan datang dari Pentagon. Jenderal Randy A. George resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat, setelah disebut diminta pensiun segera oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Pengumuman tersebut dikonfirmasi langsung oleh Pentagon pada Kamis (2/4) waktu setempat. Dalam pernyataan resmi yang dibagikan di media sosial, juru bicara utama Pentagon Sean Parnell menyampaikan apresiasi atas pengabdian George.

“Jenderal Randy A George akan pensiun dari posisinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41, efektif segera. Departemen Perang berterima kasih atas puluhan tahun pengabdiannya kepada negara. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya,” ujar Parnell.

Masa Jabatan Belum Usai

Mundurnya George tergolong tidak biasa. Secara umum, jabatan Kepala Staf Angkatan Darat dipegang selama empat tahun. George sendiri baru menjabat pada 2023 setelah dinominasikan oleh Presiden Joe Biden dan disetujui Senat, yang seharusnya membuatnya bertahan hingga 2027.

Baca Juga: Bos Rokok HS M. Suryo Mangkir dari Panggilan KPK, Diimbau Kooperatif

Sebelum menduduki posisi tersebut, lulusan United States Military Academy ini pernah menjadi asisten militer senior bagi Menteri Pertahanan saat itu, Lloyd Austin, pada periode 2021–2022.

Sepanjang kariernya, George juga terlibat dalam berbagai operasi militer, termasuk di Irak dan Afghanistan.

Bahkan, pada hari yang sama dengan pengumuman pensiunnya, akademi militer AS masih membagikan dokumentasi kunjungan George yang memberikan pembekalan kepada para kadet calon pemimpin militer.

Gelombang Pencopotan Perwira Tinggi

Pengunduran diri George terjadi di tengah langkah kontroversial Hegseth sejak memimpin Pentagon. Ia dilaporkan telah mencopot lebih dari selusin perwira tinggi militer.

Beberapa nama yang ikut terdampak antara lain Wakil Kepala Staf Angkatan Udara James Slife dan Kepala Operasi Angkatan Laut Lisa Franchetti.

Langkah ini dinilai berpotensi memperuncing konflik antara Hegseth dan jajaran pimpinan militer, terutama di Angkatan Darat.

Situasi semakin memanas karena Hegseth juga tengah diterpa berbagai kontroversi. Ia disebut-sebut terseret tuduhan kejahatan perang di wilayah Karibia serta laporan inspektur jenderal yang menuding adanya kesalahan dalam penanganan intelijen militer rahasia.

Tak hanya itu, keputusan-keputusan terbarunya juga menuai sorotan. Salah satunya adalah penghentian investigasi terhadap pilot helikopter AH-64 Apache yang terbang di dekat rumah musisi Kid Rock di Nashville.

Baca Juga: Jadi Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Merah Putih Bisa Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun

Di sisi lain, Hegseth juga dikabarkan berupaya menghambat promosi empat perwira militer, dua perempuan dan dua pria kulit hitam, ke pangkat jenderal bintang satu.

Ia sebelumnya memang vokal dalam rencananya menghapus kebijakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (diversity, equity, and inclusion/DEI) di tubuh militer AS.

Yang jelas, mundurnya Randy George secara tiba-tiba menambah daftar dinamika internal di Pentagon yang semakin kompleks. Di tengah berbagai kebijakan kontroversial dan pergantian pejabat tinggi, stabilitas kepemimpinan militer AS kini menjadi sorotan.

Langkah ini juga memunculkan pertanyaan besar: apakah perubahan cepat di jajaran elite militer akan berdampak pada strategi dan kesiapan pertahanan Amerika Serikat ke depan.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan