← Beranda
Badan Energi Atom Internasional Khawatir, Serangan di Dekat PLTN Bushehr Picu Radiasi Besar di Iran
AntaraJumat, 27 Maret 2026 | 20.54 WIB
Ilustrasi rudal dan drone kiriman Iran ke negara-negara teluk. (Hindustan Times)

 

 

JawaPos.com - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyatakan kekhawatiran atas serangan militer di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr, di Iran. Hal ini karena berpotensi memicu insiden radiasi besar.

Dalam pernyataannya pada Kamis (26/3), IAEA menyebut serangan militer dilaporkan menghantam di sekitar fasilitas tersebut, terakhir terjadi pada Selasa malam.

Grossi memperingatkan bahwa kerusakan fasilitas itu bisa menyebabkan kebocoran radiasi yang berdampak pada wilayah luas di Iran dan sekitarnya.

Ia menyerukan pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri "secara maksimal" untuk mencegah risiko tersebut.

Sementara itu, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan adanya serangan baru terhadap PLTN Bushehr. Namun, tidak ada kerusakan maupun korban di kalangan staf, dan pembangkit tetap beroperasi normal.

Pada 17 Maret, serangan drone juga dilaporkan terjadi tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Tegaskan Tak Netral dalam Perang Iran vs AS-Israel, Houthi Yaman Siap Lakukan Intervensi Militer Jika Diperlukan

AS dan Israel awalnya menyatakan serangan "pencegahan" itu diperlukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran. Namun, belakangan mereka menegaskan keinginan melihat perubahan kekuasaan di negara itu.

EDITOR: Kuswandi