← Beranda
Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz, Eskalasi Serangan Bayangi Klaim Kemenangan Trump atas Iran
Rian AlfiantoJumat, 13 Maret 2026 | 16.33 WIB
Dua kapal tanker terbakar di perairan Irak pada hari Kamis, menandai kemungkinan intensifikasi serangan Iran. (Reuters: Mohammed)

JawaPos.com - Ketegangan di kawasan Teluk justru meningkat hanya beberapa jam setelah Donald Trump mengklaim Amerika Serikat (AS) telah memenangkan perang melawan Iran. Dua kapal tanker dilaporkan terbakar hebat di perairan Irak dekat Basra dalam serangan yang diduga dilakukan oleh pasukan Iran.

Insiden tersebut memperburuk kekhawatiran dunia terhadap keamanan jalur energi global di kawasan strategis Strait of Hormuz.

Rekaman gambar yang diverifikasi oleh kantor berita Reuters menunjukkan kedua kapal dilalap bola api raksasa berwarna oranye yang menerangi langit malam di sekitar pelabuhan Basra.

Otoritas Irak menyatakan kapal-kapal itu diserang pada malam hari oleh perahu Iran yang membawa bahan peledak. Setidaknya satu awak kapal dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Serangan Beruntun di Teluk

Serangan terhadap tanker itu bukan satu-satunya insiden di kawasan. Beberapa jam sebelumnya, tiga kapal lain juga dilaporkan menjadi sasaran serangan di wilayah Teluk.

Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim bertanggung jawab atas setidaknya satu serangan terhadap kapal kargo curah asal Thailand yang juga terbakar setelah disebut mengabaikan peringatan mereka.

Selain itu, sebuah kapal kontainer dilaporkan terkena proyektil misterius di dekat wilayah United Arab Emirates pada Kamis, menurut otoritas keamanan maritim setempat.

Rentetan serangan ini semakin menegaskan bahwa konflik di kawasan masih jauh dari mereda, meskipun Trump sebelumnya menyatakan perang telah dimenangkan.

Pemimpin Baru Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

Sementara itu, pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, untuk pertama kalinya menyampaikan pernyataan sejak ditunjuk menggantikan ayahnya yang tewas dalam konflik.

Dalam pernyataan yang dibacakan oleh pembawa berita televisi pemerintah Iran, Khamenei menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai alat tekanan terhadap Barat.

Ia juga memperingatkan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan harus ditutup atau menghadapi serangan.

Khamenei menegaskan Iran akan terus menyerang negara-negara Arab Teluk yang dianggap mendukung musuhnya dan menuntut kompensasi dari pihak yang dianggap bertanggung jawab.

“Jika mereka menolak, kami akan mengambil dari aset mereka sejauh yang kami anggap pantas. Jika itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan aset mereka dalam jumlah yang sama,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Khamenei juga mengakui kematian ayahnya serta sejumlah anggota keluarganya akibat serangan yang terjadi sebelumnya.

Guncangan Besar bagi Energi Dunia

Perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini telah menewaskan sekitar 2.000 orang.

Konflik tersebut juga memicu gangguan besar pada pasokan energi global. Banyak analis menilai situasi ini sebagai gangguan terbesar terhadap distribusi minyak dunia sejak krisis minyak pada era 1970-an.

Serangan terbaru terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk menunjukkan bahwa jalur energi paling vital di dunia kini berada dalam ancaman serius, bahkan ketika Washington mengklaim perang sudah dimenangkan.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah