← Beranda
Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir: Akan Selesai Sangat Cepat
Rian AlfiantoSelasa, 10 Maret 2026 | 17.46 WIB
Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/David Becker/Files)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan konflik bersenjata dengan Iran diperkirakan akan berakhir dalam waktu dekat. Ia menyebut perang yang telah berlangsung sekitar 10 hari terakhir itu sebagai sebuah 'short-term excursion' atau operasi militer jangka pendek.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada media di Doral, Florida, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target strategis di Iran.

Mengutip Al-Jazeera, Trump mengklaim bahwa sejak konflik dimulai pada 28 Februari, hari ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas, pasukan Amerika Serikat bersama Israel telah menyerang sekitar 5.000 target di wilayah Iran.

Baca Juga: Joao Pedro Sebut Musim Perdana Bersama Chelsea Sangat Spesial

Menurut Trump, operasi militer tersebut ditujukan untuk melumpuhkan kemampuan militer Iran, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan program drone dan rudal.

"Mulai hari ini, kita tahu semua tempat mereka memproduksi drone, dan mereka sedang dihantam satu demi satu," kata Trump kepada wartawan.

Ia juga menegaskan bahwa kemampuan persenjataan Iran kini telah jauh melemah.
“Missile capability mereka sekarang hanya sekitar 10 persen, mungkin bahkan lebih rendah,” ujarnya.

Trump: Perang Akan Segera Berakhir

Meski operasi militer masih berlangsung, Trump optimistis konflik tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia menyebut perang ini sebagai langkah yang dianggap perlu oleh Washington.

Saat berbicara di hadapan para anggota Partai Republik di klub golf miliknya di Doral, Trump menyebut operasi militer tersebut sebagai sebuah misi terbatas.

"Kami melakukan sedikit perjalanan karena kami merasa harus melakukan itu untuk menyingkirkan beberapa orang. Kami sudah menang dalam banyak hal, tetapi kami belum menang cukup," kata Trump.

Ia menambahkan bahwa serangan akan tetap berlanjut sampai musuh benar-benar dikalahkan.

Trump juga menyampaikan keyakinannya bahwa perang ini akan berakhir 'very soon' atau sangat cepat.

Ancaman Serangan Lebih Besar

Meski memprediksi konflik akan segera selesai, Trump tetap memperingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pengiriman minyak paling vital di dunia.

Ketegangan di kawasan tersebut telah memicu lonjakan harga minyak global. Harga Brent crude, yang menjadi acuan internasional, sempat menembus USD 119 per barel.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran mengancam pasokan energi dunia.

"Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak dunia," ujar Trump.

Ia juga mengingatkan bahwa jika Iran mencoba memblokir Selat Hormuz, maka respons militer yang lebih keras akan dilakukan.

"Dan jika Iran melakukan sesuatu untuk melakukan itu, mereka akan terpukul pada tingkat yang jauh, jauh lebih sulit," tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Trump mengatakan pemerintah AS tengah menyiapkan jaminan risiko politik bagi kapal tanker yang beroperasi di Teluk Persia. Washington bahkan membuka kemungkinan untuk memberikan perlindungan langsung terhadap kapal-kapal tersebut.

"Kami mungkin akan ikut bersama mereka untuk mendapatkan perlindungan," kata Trump.

Pernyataan Trump muncul di saat situasi politik dalam negeri Iran juga mengalami perubahan besar.

Kelompok garis keras Iran dilaporkan menggelar aksi dukungan terhadap Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei, yang kini ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Penunjukan Mojtaba dikonfirmasi pada Minggu lalu, di tengah gelombang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir, kawasan sipil, serta infrastruktur vital Iran seperti kilang minyak dan pabrik desalinasi.

Konferensi pers Trump tersebut juga berlangsung tidak lama setelah ia melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Keduanya membahas sejumlah konflik global, termasuk perang di Ukraina dan situasi di Timur Tengah.

Trump mengatakan Putin menyatakan keinginannya untuk membantu meredakan konflik Iran. Namun Trump menilai prioritas Rusia seharusnya menyelesaikan perang di Ukraina terlebih dahulu.

"Saya berkata, 'Anda bisa lebih membantu dengan menyelesaikan perang Ukraina. Itu akan lebih membantu.' Tapi kami memiliki pembicaraan yang sangat bagus," kata Trump.

Berbeda dengan sikap Trump, Putin sebelumnya justru memberikan ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei atas penunjukannya sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, sekaligus menegaskan kembali dukungan Moskow kepada Teheran.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah