← Beranda
Hamas Setuju Membebaskan Semua Sandera Israel Melalui Rencana Perdamaian Gaza, Apakah Perundingan Tercapai?
Akhmad Iqbal FirmansyahSabtu, 4 Oktober 2025 | 22.20 WIB
Asap mengepul akibat serangan militer Israel ke Gaza. (apnews.com)

 

JawaPos.com – Kabar pembebasan semua sandera Israel dikabarkan telah disetujui Hamas di tengah rencana perdamaian. 

Melansir dari Times of India pada (04/10/2025), Hamas pada Jumat kemarin mulai memberikan persetujuan untuk membebaskan semua sandera dari Israel.

Baik sandarac yang hidup atau mati, mengacu berdasarkan ketentuan proposal perdamaian Gaza oleh Presiden AS Donald Trump.

Hamas selaku pihak yang terlibat, menyatakan kesiapannya untuk segera merundingkan untuk menyelesaikan proposal perdamaian selanjutnya, melalui laporan berita Reuters.

Pernyataan tersebut mengungkapkan bahwa Hamas mengatakan setuju “Untuk membebaskan semua tahanan dari Israel, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, dengan ketentuan yang sesuai pada proposal Presiden Trump.”

Persetujuan ini muncul tak lama pasca Trump mengeluarkan rencana perundingan kepada pihak Hamas.

Dan Trump juga memberikan peringatan bahwa Hamas perlu menyetujui perjanjian damai dengan Israel paling lambat Minggu pukul 6 sore waktu Washington DC, jika tidak, akan ada konsekuensi yang menyusul.

“Kesepakatan perdamaian harus dicapai dengan Hamas paling lambat Minggu malam pukul 18.00 waktu Washington DC. Semua negara telah menyetujui! Jika kesepakatan tidak tercapai akan ada ancaman yang melanda hamas,” tulis Trump di Truth Social.

Selain itu, Trump mendesak warga Palestina agar segera meninggalkan wilayah Gaza karena memanasnya konflik, dan telah menghadapi pengeboman Israel terus-menerus sejak 7 Oktober.

Ini dilakukan agar semua warga Palestina yang tidak bersalah agar segera mengungsi dari daerah konflik dan menuju wilayah Gaza yang lebih aman.

Akan ada bantuan perawatan untuk warga Palestina, dan ini adalah satu kesepakatan terakhir untuk hamas.

Trump juga menegaskan rencana perdamaian Gaza yang berisi 20 poin telah disetujui oleh Israel, AS, dan kekuatan-kekuatan regional.

Proposal perdamaian ini digambarkan oleh Trump sebagai terobosan bersejarah yang dapat mengakhiri peperangan darah selama berabad-abad di wilayah tersebut.

Persetujuan juga telah tercapai kepada negara-negara besar, kuat, dan sangat kaya di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya.

Bersama Amerika Serikat dengan Israel, kesepakatan rencana perdamaian telah ditandatangani setelah tiga ribu tahun konflik di Timur Tengah.

Kesepakatan ini juga memberikan dukungan keselamatan nyawa kepada semua pejuang Hamas yang tersisa.

Detail proposal perdamaian terbuka kepada seluruh dunia, demi mencapai perdamaian di Timur Tengah dengan cara apapun.

“Rencana ini menghentikan segala kekerasan dan pertumpahan darah, dengan dimulainya pembebasan para sandera, termasuk yang sudah mati atau masih hidup,” ujar Trump.

Pengumuman yang dilakukan oleh Hamas disambut baik oleh PBB dan menyatakan dukungan atas kesiapan Hamas untuk membebaskan sandera dan ikut dalam negosiasi.

Ini diungkapkan oleh juru bicara PBB, Stephane Dujarric “Sekretaris Jenderal menyambut baik dan merasa terdorong oleh persetujuan Hamas yang mengumumkan kesiapannya membebaskan sandera.”

Persetujuan ini diharapkan agar semua pihak memanfaatkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik dan melindungi warga sipil.

Mengingat pada (07/10/2023), Hamas melancarkan serangan mendadak dengan skala besar terhadap Israel.

Ini membuat konflik memanas dan secara signifikan konflik antara Israel-Palestina menjadi konflik global yang memakan banyak korban sejak perang Arab-Israel 1948.

Serangan awal dimulai pada saat hari raya Yahudi Simchat Torah dan mengeluarkan serangkaian lebih dari empat ribu roket, disertai dengan serangan darat, udara, dan laut.

Hal ini membuat konflik semakin memanas, yang secara signifikan menarik perhatian internasional yang luas.

EDITOR: Novia Tri Astuti