← Beranda
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 85 Orang Ketika Pemimpin Dunia Gelar Sidang Umum PBB
Risma Azzah FatinJumat, 26 September 2025 | 05.38 WIB
Asap mengepul di atas Kota Gaza usai serangan udara Israel pada Rabu, 24 September 2025. (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di Gaza ketika Sidang Umum PBB berlangsung di New York.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Kamis (25/9), Sedikitnya 85 warga Palestina tewas dalam serangan terbaru yang menghantam berbagai wilayah, termasuk kamp pengungsi Nuseirat. Aksi militer ini dilakukan meski para pemimpin dunia mendesak gencatan senjata.

Stadion al-Ahli, yang dijadikan tempat perlindungan pengungsi, menjadi salah satu lokasi paling terdampak.

Baca Juga: Publik Tolak Indonesia Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

Sedikitnya 12 orang, termasuk tujuh perempuan dan dua anak-anak, tewas di stadion tersebut. Warga yang selamat melaporkan ketakutan dan kesulitan melarikan diri akibat biaya transportasi yang tinggi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa serangan Israel menimbulkan teror dan memaksa puluhan ribu penduduk mengungsi.

Kepala staf militer Israel Eyal Zamir mengklaim bahwa evakuasi dilakukan demi keselamatan warga. Namun, tim penyelidik PBB membantah klaim tersebut dan menilai Israel ingin memperkuat kendali permanen atas Gaza.

Baca Juga: Permukiman Israel Meluas di Dekat Yerusalem, Komunitas Bedouin Terancam Terusir

Sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, korban tewas di Gaza mencapai lebih dari 65 ribu orang.

Ribuan lainnya diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan. Konflik ini bermula setelah serangan Hamas di Israel yang menewaskan lebih dari seribu orang.

Di Sidang Umum PBB, para pemimpin dunia menyampaikan kecaman keras terhadap Israel. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mendesak penghentian perang segera.

Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menyebut perundingan diam-diam sedang berlangsung dengan dukungan luas internasional.

Utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff mengungkapkan keyakinan akan tercapainya terobosan perdamaian dalam beberapa hari mendatang.

Witkoff menyinggung peta jalan “Deklarasi New York” dan rencana perdamaian 21 poin yang tengah dibahas. Namun, proposal sebelumnya selalu digagalkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Netanyahu menolak seruan internasional dan kembali menegaskan penolakan terhadap berdirinya negara Palestina.

Protes besar terjadi di Tel Aviv, termasuk di Bandara Ben Gurion, sebagai bentuk penolakan kebijakan pemerintah. Sementara itu, blokade bantuan dan serangan udara Israel terus menambah penderitaan warga Gaza.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho