← Beranda
Drama Suksesi Keluarga Murdoch Usai: Lachlan Murdoch Resmi Jadi Penerus Imperium Media Global dan Fox News
Mellyna Putri DiniarRabu, 10 September 2025 | 01.08 WIB
Mendiang Rupert Murdoch, taipan media global yang warisannya kini diteruskan oleh putranya, Lachlan Murdoc (Dok. Irish News)

JawaPos.com - Setelah bertahun-tahun menjadi bahan spekulasi, keluarga Rupert Murdoch akhirnya mencapai titik temu mengenai siapa yang akan memegang kendali kerajaan media raksasa setelah sang taipan berusia 94 tahun itu wafat. 

Keputusan ini menutup babak panjang tarik-menarik internal yang kerap disamakan dengan alur drama serial Succession di HBO, meski kali ini dengan konsekuensi nyata: triliunan rupiah dan dampak besar terhadap politik Amerika Serikat.

Dilansir dari Irish News, Selasa (9/9/2025), kesepakatan itu memastikan tidak ada perubahan arah di Fox News, jaringan televisi yang selama ini menjadi rujukan utama kalangan konservatif dan pendukung Presiden Donald Trump. 

Dalam pengaturan baru ini, Lachlan Murdoch, putra tertua dari pernikahan kedua Rupert Murdoch dengan Anna Torv, sekaligus tokoh yang telah memimpin operasional Fox selama beberapa tahun terakhir, ditetapkan sebagai penerus utama.

Struktur Trust untuk Kendali Fox Corporation

Sebagai bagian dari kesepakatan, kepemilikan Fox Corporation ditempatkan dalam lembaga perwalian (trust). Melalui mekanisme ini, Lachlan Murdoch ditunjuk sebagai pengendali utama. 

Dua adiknya yang masih remaja, Grace dan Chloe—anak Rupert dari pernikahan ketiga dengan Wendi Deng—juga tercatat sebagai penerima manfaat. Pengaturan ini memastikan arah perusahaan tetap konsisten dengan keinginan Rupert Murdoch yang sejak lama menyiapkan Lachlan sebagai penerus.

Saudara Murdoch Lain Melepas Klaim Kendali

Tidak semua anak Murdoch mendapat peran dalam suksesi ini. Tiga saudara Lachlan—Prudence MacLeod dari pernikahan pertama, serta Elisabeth dan James Murdoch dari pernikahan kedua—sepakat melepaskan klaim mereka atas kendali perusahaan. 

Sebagai kompensasi, mereka menerima saham senilai 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 53,8 triliun (kurs Rp 16.300 per dolar AS). The New York Times, yang pertama kali mengungkap kesepakatan ini, menekankan bahwa jumlah tersebut menjadi kunci penyelesaian konflik internal keluarga.

Dampak Politik dan Bisnis dari Kesepakatan

"Kesepakatan ini mengakhiri ketidakpastian panjang yang sempat memicu spekulasi di dunia bisnis dan politik," tulis The New York Times. Pernyataan itu menegaskan eratnya hubungan antara arah bisnis keluarga Murdoch dan dinamika politik Amerika Serikat. 

Dengan Lachlan di puncak kendali, Fox News diperkirakan tetap memainkan peran penting dalam percaturan politik domestik, khususnya menjelang pemilihan umum berikutnya.

Stabilitas Imperium Media Murdoch

Banyak analis menilai langkah ini mempertegas posisi Fox News sebagai benteng media konservatif yang membentuk opini publik dan strategi kampanye. 

Pada akhirnya, keputusan keluarga Murdoch ini bukan hanya menutup drama internal yang kerap disamakan dengan fiksi layar kaca. 

Berbeda dengan drama televisi, kesepakatan ini membawa konsekuensi nyata: stabilitas finansial, arah editorial yang konsisten, dan dampak geopolitik yang luas.

Baca Juga: Kapal Flotilla Pembawa Bantuan ke Gaza Terbakar di Tunisia, Diduga Diserang Drone

EDITOR: Candra Mega Sari