JawaPos.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron secara resmi mengumumkan bahwa negaranya akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara.
Dilansir dari laman AP News pada Sabtu (26/7), Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (24/7), melalui unggahan di platform media sosial X.
Macron menegaskan bahwa keputusan ini akan diresmikan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan September mendatang.
Langkah Prancis ini dinilai sebagai tindakan diplomatik yang berani di tengah meningkatnya tekanan global terhadap situasi kemanusiaan di Gaza. Macron menyoroti pentingnya penghentian perang dan perlindungan terhadap penduduk sipil.
“Yang mendesak saat ini adalah perang di Gaza dihentikan dan penduduk sipil diselamatkan,” tulis Macron pada unggahan di media sosial X seperti dikutip pada AP News.
Keputusan tersebut langsung mendapat kecaman keras dari pemerintah Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan resmi yang menyebut langkah Macron sebagai bentuk dukungan terhadap terorisme.
Baca Juga: Kata SBY Soal Dukungan Prancis Terhadap Kemerdekaan dan Kedaulatan Palestina
Netanyahu menilai pengakuan terhadap Palestina dalam situasi saat ini merupakan ancaman terhadap keamanan Israel.
“Langkah seperti itu justru menguntungkan teror dan berisiko menciptakan proksi Iran baru, seperti yang terjadi di Gaza,” ujar Netanyahu seperti dikutip pada AP News.
Menurut Netanyahu, negara Palestina yang dibentuk dalam kondisi sekarang bukan akan menjadi mitra damai, melainkan fondasi untuk menghancurkan Israel.
Pengumuman ini menambah ketegangan diplomatik antara Prancis dan Israel, terlebih di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Banyak pihak internasional telah menyerukan penghentian serangan di Gaza dan menuntut solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan. Macron tampaknya menjawab seruan tersebut dengan langkah konkret.
Meskipun menuai kritik dari Israel, sebagian komunitas internasional menyambut positif langkah Prancis tersebut.
Mereka menilai pengakuan terhadap Palestina merupakan bagian penting dalam upaya menciptakan perdamaian di kawasan. Beberapa negara Eropa lainnya juga mempertimbangkan langkah serupa.
Sidang Umum PBB yang akan digelar pada September 2025 diperkirakan akan menjadi momen penting dalam diplomasi global mengenai konflik Israel-Palestina.
Dunia kini menantikan apakah pengakuan terhadap negara Palestina oleh Prancis akan mendorong gelombang dukungan baru dari negara-negara lain.