← Beranda
Diplomat Honduras Ditangkap di Korea Selatan Atas Dugaan Pelecehan dan Penyerangan
Meuthia NabilaRabu, 16 Juli 2025 | 00.51 WIB
Suasana di kereta bawah tanah di Seoul, Line 5 (Dok. Yonhap)


JawaPos.com - Seorang diplomat pria asal Honduras di Korea Selatan ditangkap tanpa penahanan atas dugaan pelecehan dan penyerangan.

Menurut polisi pada 14 Juli, diplomat itu dituduh meraba-raba dan menyerang pria lain di kereta bawah tanah. Insiden itu terjadi sekitar pukul 06.30 pagi pada 19 Juni di Busan Metro Line 2. Tersangka diduga mendekati korban dan menyentuhnya tanpa izin.

Ppertengkaran pecah setelah korban keberatan dengan sentuhan fisik yang dilakukan tersangka.

Petugas dari Kantor Polisi Haeundae di Busan menyatakan bahwa tersangka, yang saat itu dalam keadaan mabuk berat, menyerang korban setelah mereka keluar dari kereta.

Rekaman CCTV di dalam kereta dilaporkan merekam dugaan penyerangan tersebut, seperti dikutip dari Korea Herald.

Tersangka bekerja di Kedutaan Besar Honduras di Seoul dan sedang dalam perjalanan bisnis ke Busan.

Polisi telah mengirimkan pertanyaan resmi ke kedutaan untuk menanyakan apakah tersangka akan mengklaim kekebalan diplomatik, namun belum menerima tanggapan.

Berdasarkan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, diplomat asing memiliki kekebalan penuh dari tuntutan pidana di negara tuan rumah.

Namun, jika negara asal melepaskan kekebalan ini, otoritas setempat dapat mengambil tindakan hukum.

Meskipun kekebalan tidak dicabut, pemerintah Korea Selatan masih dapat menyatakan diplomat itu sebagai persona non grata (orang yang tidak diinginkan), yang dapat mengakibatkan pengusiran dari negara.

EDITOR: Candra Mega Sari