JawaPos.com - Pesawat ruang angkasa Juno milik National Aeronautics and Space Administration (NASA), telah mengorbit dan mengambil gambar bulan Io dengan jarak dekat.
Io merupakan bula terbesar ketiga Jupiter, serta menjadi salah satu tempat yang paling vulkanik dalam sistem tata surya.
Dilansir dari nytimes.com, Kamis (8/2), pesawat ruang angkasa Juno yang tiba pada tahun 2016 lalu, memiliki misi lanjutan untuk menjelajahi cincin dan bulan Jupiter.
Lintasan terbarunya, memiliki jarak yang lebih dekat merupakan misi pada tanggal 30 Desember 2023.
Hal tersebut menghasilkan lebih banyak lanskap bulan di Jupiter yang mengerikan. Io dalam misinya telah memberikan secara paksa belerang dan senyawa tambahan, sehingga membuat warna oranye, kuning, dan biru pada bulan Jupiter.
Hari Minggu (4/2) gambar terbaru dari pesawat ruang angkasa Juno telah ditemukan.
Menurut Bolton, terlihat pada permukaan Io terdapat gumpalan vulkanik ganda yang dimuntahkan ke luar angkasa.
Baca Juga: Helikopter Kecil Milik NASA Telah Lakukan Penerbangan Terakhir di Mars
Hal tersebut merupakan sesuatu yang belum pernah ditangkap Juno sebelumnya. Ilmuwan lainnya juga memperhatikan aliran lava baru dan perubahan pada fitur-fitur familiar yang terlihat pada misi luar angkasa masa lalu.
Seperti, wahana Galileo, yang melakukan banyak penerbangan dekat Io pada tahun 1990an dan 2000an.
Jani Radebaugh sebagai ilmuwan planet di Universitas Brigham Young yang bukan bagian dari misi Juno, namun berkolaborasi dengan tim dalam observasi Io menyatakan bahwa hal tersebut merupakan keindahan Io.
Berbeda dengan bulan di bumi, yang tetap membeku. Selain itu Jani Radebaugh menyatakan bahwa Io berubah setiap hari, setiap menit, atau bahkan setiap detik.
Gambar yang diambil oleh pesawat ruang angkasa Juno memiliki jarak sekitar 930 mil dan bulan Io, yang nantinya gambar tersebut akan digabung dengan gambar sebelumnya yang pernah diambil NASA dari bulan Jovian.
Baca Juga: Catatan NASA Sebut Tahun 2023 Menjadi Tahun Terpanas Sejak 1880, Bulan Juli Paling Bikin Berkeringat
Upaya tersebut memiliki tujuan untuk memahami apa yang sebenarnya ada di balik kejadian gempa vulkanik oleh gunung-gunung berapi yang berada dimana-mana.
Menurut pengamatan, gempa vulkanik tersebut merupakan lautan magma yang terdapat tepat di bawah Io atau hanya kantong batuan cair di bawah permukaan, seperti bahan bakar gunung berapi di bumi.
Ini merupakan penerbangan jarak dekat terakhir yang dilakukan Juno terhadap Io. Namun misi tersebut akan terus melakukan pengamatan yang lebih jauh setiap 60 hari.
Hal tersebut dimaksud untuk memberikan gambaran tentang bulan yang terus berubah secara keseluruhan.
***