← Beranda
Presiden Prancis Semakin Mendesak Israel Untuk Segera Melakukan Gencatan Senjata di Gaza
Firmanda Dwi SeptiawanRabu, 27 Desember 2023 | 19.22 WIB
Presiden Prancis mulai membelot dari Israel dan memberi dukungan ke Gaza.

 


JawaPos.com -
 Prancis menegaskan seruannya terhadap Israel untuk menerapkan gencatan senjata di Jalur Gaza Palestina, menyusul agresi negara Zionis itu yang makin membabi buta.

Kementerian Luar Negeri Prancis bahkan menyatakan Paris sangat prihatin atas sumpah Israel yang berencana mengintensifkan pertempuran di Jalur Gaza.

"Prancis menegaskan kembali seruannya (terhadap Israel) untuk segera melakukan jeda pertempuran yang mengarah kepada gencatan senjata," ujar Pemerintahan Prancis dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (27/12).

Dalam pernyataan itu, Prancis juga mengutuk pengeboman sistematis yang kembali menyebabkan banyak korban sipil dalam beberapa hari terakhir.

Prancis yang merupakan salah satu sekutu dekat Israel semakin menentang agresi militer Tel Aviv ke Gaza setelah di awal peperangan sempat mendukungnya.

Di awal peperangan Israel dan Hamas di Gaza, Prancis membela agresi militer Tel Aviv ke Gaza sebagai bentuk pertahanan diri.

Baca Juga: Palang Merah Indonesia Apresiasi Bantuan Donasi Rp 1 Miliar untuk Korban Konflik Gaza dari Nestle Indonesia

Pernyataan Prancis ini muncul kala korban tewas imbas agresi Israel ke Gaza sejak 7 Oktober telah mencapai hampir 21 ribu jiwa.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya lebih dari 20.915 warga Gaza tewas dan 54.928 orang lainnya terluka akibat agresi Israel.

Sebanyak 70 persen korban tewas ini merupakan anak-anak dan perempuan. Alih-alih menyetop agresi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akan ada perdamaian di Gaza sebelum milisi Hamas hancur.

Netanyahu bahkan bersumpah bakal mengintensifkan pertempuran dalam beberapa hari mendatang.

Dia juga mengatakan mendukung pengusiran warga Palestina secara halus dengan narasi migrasi sukarela.

Namun rencana itu pun masih menimbulkan pertanyaan terkait negara mana yang akan menampung warga Gaza.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti